Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi RI Minus tapi Sistem Keuangan Indonesia Masih Normal

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Rabu, 12 Agustus 2020 |15:48 WIB
Ekonomi RI Minus tapi Sistem Keuangan Indonesia Masih Normal
Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 mencapai minus 5,32%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 adalah pertumbuhan ekonomi yang terburuk sejak 1999.

Meskipun ekonomi minus, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut sistem keuangan nasional pada kuartal II (April-Juni 2020) dalam kondisi normal. Namun, dia tak mengakui jika pemerintah tetap mewaspadai sistem keuangan di Indonesia selama pandemi covid-19.

Baca Juga: Ekonomi RI Minus 5,32%, Presiden Jokowi: Hati-Hati

"Komite Stabilitas Sistem Keuangan melihat bahwa stabilitas sistem keuangan pada triwulan kedua April-Juni dalam kondisi normal meski kewaspadaan terus ditingkatkan," kata Sri Mulyani pada konferensi pers KSSK yang disiarkan secara daring, dikutip Rabu (12/8/2020).

Mantan Petinggi Bank Dunia ini menjelaskan berbagai lembaga internasional melalukan koreksi pertumbuhan ekonomi global secara sangat tajam akibat pandemic covid-19. Seperti IMF yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi global minus 4,9%. Lalu Bank Dunia yang menyebut pertumbuhan ekonomi global minus 5,2% .

Baca Juga: Di Depan Pengusaha, Erick Thohir: Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit 

"OECD memproyeksikan dalam rentang antara minus 7,6% dan minus 6%. Dan ini lebih diakibatkan oleh adanya ketidakpastian apakah akan ada second wave," jelasnya.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga sudah terlihat menurun sejak kuartal I. Ini disebabkan pada kuartal I ekonomi terbesar di dunia, Tiongkok mengalami kontraksi sangat tajam minus 6,8%.

 

"Dan itu pengaruh ke pertumbuhan ekonomi Indonesia di mana trading partner dan investasi sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global dan regional termasuk ekonomi RRT yang lambat secara drastis akibat covid-19," katanya. (kmj)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement