Dia mencontohkan, salah satu produk yang mempunyai rantai nilai tambah yang panjang adalah kelapa sawit. Selama ini, kata Dzul, Indonesia kurang memanfaatkan nilai tambah yang dimiliki oleh kelapa sawit
Baca juga: Strategi Luhut Ekspor Besar-besaran Udang di Tengah Covid-19
"Perkebunan kelapa sawit untuk diambil bijinya dan kemudian diolah menjadi minyak mentah sawit, yang artinya hanya ada satu nilai tambah di sana." terangnya
Padahal, rantai nilai produk sawit masih panjang, dimana produk tersebut memiliki turunan-turunan produk lainnya yang nilai tambahnya lebih tinggi. Dalam hal ini, Dzul menyarankan, agar pemerintah mencari investor yang mau memproduksi kelapa sawit.