Strategi Meningkatkan Harga Jual Lada, Pakai Kemasan yang Menarik

Natasha Oktalia, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 320 2261610 strategi-meningkatkan-harga-jual-lada-pakai-kemasan-yang-menarik-UiKlJ2TO0h.jpg Lada (Foto: Anactoluek)

JAKARTA - Lada merupakan komoditas ekspor andalan milik Indonesia. Khususnya Provinsi Bangka Belitung yang dikenal sebagai penghasil lada terbaik.

Saat ini, Provinsi Bangka Belitung sedang berupaya menyusun strategi untuk meningkatkan harga jual lada tersebut. Selain itu, Pemerintah setempat juga sedang menuju industrialisasi demi meningkatkan kesejahteraan petani lada.

Baca Juga: Peluang Usaha Bermunculan meski Ekonomi Indonesia di Ambang Resesi

"Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong petani lada agar menjual komoditas mereka dalam bentuk kemasan. Strategi ini dinilai meningkatkan harga jual. Sebab, selama ini lada dijual dalam bentuk biji atau curah," tulis akun Instagram Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Harga penjualan komoditas produk tersebut yang terus menurun menjadi permasalahan petani setempat. Sementara, lada menjadi salah satu komoditas ekspor yang harganya mengikuti harga internasional.

Baca Juga: Memulai Bisnis Jangan Kebanyakan Teori, Idenya Bisa Dicolong

Untuk lada yang masih berbentuk biji atau curah memang lebih murah dibandingkan dengan lada yang dijual dalam bentuk kemasan. Hal tersebut yang memicu pemerintah setempat untuk mengindustrialisasi lada.

Dalam strategi saat ini, pemerintah juga turut mendongkrak harga lada dengan membangun sistem resi gudang lada, koperasi lada, kantor marketing hingga pengembangan pasar lelang berbasis teknologi informasi.

 

Sekedar informasi, Provinsi Bangka Belitung merupakan Provinsi yang menghasilkan lada putih terbesar di dunia sejak 2014 silam. Produk lada dari Provinsi ini juga mengontrol 30-40% pasar global.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini