Share

4 Kelemahan Jalani Bisnis Keluarga, dari Perencanaan hingga SDM-nya

Safira Fitri, Jurnalis · Sabtu 15 Agustus 2020 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 15 320 2262639 4-kelemahan-jalani-bisnis-keluarga-dari-perencanaan-hingga-sdm-nya-OF8W55jbz2.jpg Personal Finance (Shutterstock)

JAKARTA - Bisnis keluarga merupakan salah satu bentuk bisnis yang melibatkan anggota keluarga di dalam kepemilikan atau operasi bisnis. Bisnis keluarga memiliki kelebihan seperti individu setiap pekerja memiliki hubungan yang erat. Namun, beberapa hal juga bisa menjadi kelemahan dalam menjalani bisnis keluarga.

Melansir dari buku "Kiat Sukses Bisnis Keluarga: Pembahasan 50 Kasus Bisnis Keluarga" oleh Nyoman Marpa, Jakarta, Sabtu (15/8/2020), adapun beberapa kelemahan-kelemahan dalam menjalani bisnis keluarga.

 Baca juga: Sulap Limbah Plastik Jadi Duit Jutaan Rupiah, Begini Caranya

1. Tata kelola yang bersifat informal dan kurangnya perencanaan

Sejauh yang diamati konsultan bisnis keluarga di Indonesia, bisnis keluarga umumnya memiliki tata kelola yang lebih bersifat informal dan lemah dalam bidang perencanaan. Walaupun hal ini dapat di tutupi dengan sifat fleksibel dan kecepatannya dalam bereaksi, namun kurangnya pendekatan manajemen yang sistematis tetap terasa menjadi kendala.

2. Kurangnya anggaran pemasaran, riset pasar, dan pelatihan

Perusahaan keluarga biasanya kurang menaruh perhatian pada fungsi-fungsi strategi pengembangan, pemasaran dan manajemen kualitas serta adaptasi terhadap teknologi.

 Baca juga: 5 Model Pengelolaan Bisnis Keluarga

3. Mengenai keuangan

Bisnis keluarga seringkali dianggap seperti sebuah warisan untuk generasi penerusnya, sehingga muncul anggapan bahwa seolah-olah perusahaan harus memberikan pendapatan dan pemenuhan kebutuhan finansial pada seluruh anggota keluarga.

4. Kompleksitas sumber daya manusia

Adanya sumber daya manusia yang berasal dari anggota keluarga dan non anggota keluarga, menurut perlakuan yang seringkali berbeda. Hal ini membuat manajemen sumber daya manusia pada bisnis keluarga menjadi lebih kompleks.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini