Neraca Dagang Juli Surplus, BI: Positif Jaga Ketahanan Perekonomian

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 20:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 20 2264137 neraca-dagang-juli-surplus-bi-positif-jaga-ketahanan-perekonomian-MQgAwJacZ3.jpg Ekspor-Impor di Pelabuhan. (Foto: Okezone.com/Pelindo I)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat neraca perdagangan Indonesia Juli 2020 surplus sebesar USD3,26 miliar atau meningkat dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya USD1,25 miliar.

Perkembangan ini dipengaruhi peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas. Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Juli 2020 mencatat surplus USD8,75 miliar atau jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami defisit USD2,15 miliar.

Baca Juga: Neraca Dagang Surplus, Sinyal Ekonomi Indonesia Menguat?

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan, Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

"Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan," kata Onny di Jakarta, Selasa (19/8/2020)

Berdasarkan komponennya, neraca perdagangan nonmigas Juli 2020 mencatat surplus USD3,52 miliar meningkat dibandingkan dengan capaian bulan sebelumnya sebesar USD1,36 miliar dolar.

Baca Juga: Neraca Dagang RI Menang Lawan AS, Kalah dari Negeri K-Pop

"Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan ekspor nonmigas dan penurunan impor nonmigas sejalan dengan permintaan domestik yang belum kuat. Peningkatan ekspor terutama terjadi pada kelompok logam mulia, perhiasan/permata, lemak dan minyak hewan atau nabati, kendaraan dan bagiannya, serta besi dan baja," katanya.

Sementara itu, penurunan impor nonmigas terjadi pada barang konsumsi dan bahan baku, di tengah peningkatan impor barang modal sejalan dengan perbaikan ekspor.

Adapun neraca perdagangan migas masih mengalami defisit, yakni sebesar USD0,25 miliar terutama dipengaruhi peningkatan impor minyak mentah dan hasil minyak.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini