Share

Thailand Resesi, Ini Dampak Mengerikan yang Akan Dialami Indonesia

Fadel Prayoga, Okezone · Rabu 19 Agustus 2020 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 20 2264295 thailand-resesi-ini-dampak-mengerikan-yang-akan-dialami-indonesia-pNImIcgI9n.jpg Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ekonomi Thailand terkontraksi 12,2% pada kuartal kedua dan dinilai sebagai penurunan paling tajam sejak krisis finansial melanda Asia pada akhir 1990-an. Fakta statistik ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang memburuk menyusul keputusan pemerintah untuk menutup negara itu dari perjalanan internasional karena wabah virus corona.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai dampak dari adanya resesi yang dialami Thailand itu akan memengaruhi ekspor industri otomotif Tanah Air ke sana. Sebab, selama ini Indonesia memilikik hubungan yang erat di sektor perdagangan otomotif.

“Indonesia itu ada sebagian manufaktur karena kita ada hubungan supply chain dengan Thailand dari sisi industri otomotif. Sebagian dari part kita ekspor ke Thailand. Thailand memproduksi mobil jadi, partnya diambil dari kita. Kalau produksi mobil jadi Thailand berkurang karena mengalami resesi ini jadi ekspor sparepart kita ke Thailand juga berkurang,” kata Faisal saat dihubungi Okezone, Rabu (19/8/2020).

Baca Juga: Ekonomi Minus 12,2% dan Thailand Masuk Jurang Resesi, Ini Penyebabnya 

Menurut dia, penurunan ekspor barang otomotif tak akan menurunkan nilai ekspor secara signifikan. Hal tersebut karena masih didukung dari sisi yang lainnya, yang mana berkaca pada dari hasil pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat neraca perdagangan Indonesia selama Januari-Juli 2020 surplus USD 8,75 miliar.

“Memang ekspor kita ke Thailand bisa jadi ada gangguan, tapi tidak terlalu signifikan. Itu terbukti dari pengumuman BPS, karena banyak ditolong dari ekspor ke Amerika dan China,” ujarnya.

Baca Juga: Ekonomi Negara Tetangga Sudah Resesi, Sebentar Lagi Indonesia? 

Dia menambahkan, bila dari sektor impor diperkirakan tidak akan terpengaruh, karena mereka tetap akan berupaya untuk memproduksi pertanian demi memperbaiki perekonomian negaranya.

“Mungkin tidak banyak terganggu, karena dia kan tetap bakal berusaha melakukan ekspor. Pertanianya kan tetap produksi. Jadi saya pikir tidak ada gangguan yang signifikan,” katanya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini