Ditemukan Baja Impor dengan SNI Palsu yang Membahayakan Proyek Infrastruktur

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 20 Agustus 2020 19:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 20 320 2265114 ditemukan-baja-impor-dengan-sni-palsu-yang-membahayakan-proyek-infrastruktur-rBaM1IXWte.jpg Ditemuka Besi Baja Siku dengan SNI Palsu. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Pemerintah dan pelaku konstruksi wajib berhati-hati usai terungkapnya kasus 4.600 ton besi baja siku impor oleh Kepolisian. Kasus tersebut terkait pembelian lebal SNI palsu.

Penggunaan produk besi baja ini pun berpotensi membahayakan proyek pembangunan yang tengah digenjot pemerintah, khususnya proyek strategis nasional.

Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan, adanya besi baja siku ber-SNI palsu ini memang cukup mengkhawatirkan bagi proyek infrastruktur.

Baca Juga: Bangun Jembatan Gantung, Menteri Basuki Hubungkan Sekolah, Pasar hingga Kantor

“Kalau memang produk tersebut memang ditujukan untuk proyek tertentu jelas sangat mengganggu," ungkap Tauhid, dalam keterangannya, Kamis (20/8/2020).

Apalagi jika besi baja tersebut ternyata memiliki kualitas yang rendah. Hal ini berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja saat proses kontruksi bahkan saat proyek tersebut telah resmi beroperasi.

“Kami khawatir yang masuk ke Indonesia barang berkualtas rendah. Akhirnya memang punya umur yang lebih pendek. Apalagi kalau bersiko ada yang kecelakaan dan sebagainya, inikan yang kita hindari,” kata dia.

Baca Juga: Jalur Ciawi-Puncak Bakal Ada Rest Area Senilai Rp61 Miliar

Sebagai informasi, proyek pembangunan tower kelistrikan saat ini menjadi pengguna terbesar dari besi baja siku. Oleh sebab itu, operator dan kontraktor harus kembali memeriksa proyeknya agar jangan sampai menggunakan besi baja impor yang ber-SNI palsu.

Selain itu, diharapkan pihak terkait dan pemerintah menelusuri lebih dalam adanya impor besi baja siku berkualitas rendah. Hal ini agar proyek infrastruktur bisa berjalan lancar tanpa adanya potensi kecelakaan kerja. (feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini