Mau Jadi Influencer yang Sukses? Ini Tipsnya

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 23 Agustus 2020 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 23 320 2266119 mau-jadi-influencer-yang-sukses-ini-tipsnya-tLImvzm40R.jpg Bisnis (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Influencer kini menjadi salah satu andalan pemerintah untuk mempromosikan kebijakan yang dibuatnya. Beberapa orang beranggapan menjadi influencer bisa menjadi salah satu alternatif profesi. Karena hanya cukup memposting uang jutaan bahkan miliaran bisa langsung masuk ke kantong.

Lantas, bagaimana sih cara untuk menjadi seorang influencer? Dan apakah benar menjadi influencer itu bisa menjadi profesi yang menjanjikan?

Pengamat media sosial Enda Nasution mengatakan, saat ini memang belum ada profesi secara khusus untuk menjadi influencer. Dirinya melihat, influencer yang ada saat ini justru efek samping dari apa yang disuarakan oleh seseorang tersebut.

"Apakah latar belakangnya pakar atau artis atau apapun. Sebenarnya sih sekarang belum ada yang secara khusus mendeklarasikan profesi saya sebagai influencer. Justru saya melihatnya influencer ini sebagai efek samping lain dari si orang tersebut," ujarnya saat dihubungi Okezone, Minggu (23/8/2020).

Baca Juga: OJK Gandeng YouTuber hingga Influencer Tingkatkan Inklusi Keuangan 

Sebagai salah satu contohnya adalah, jika seseorang tersebut sering mengeluarkan pendapat tentang musik, maka bisa saja orang tersebut menjadi influencer musik atau juga bisa di bidang lainnya seperti automotif dan banyak diikuti oleh orang, maka orang tersebut bisa dibilang sebagai influencer otomotif.

"Karena saya lebih banyak bergerak di bidang musik saya kenal banyak orang musik maka saya bisa jadi influencer musik. Kalau saya berkecimpung di dunia otomotif saya kenal banyak orang otomotif. Maka kemudian saya di-follow oleh orang-orang yang bergerak di otomotif," jelasnya.

Oleh karena itu, syarat pertama untuk menjadi influencer memiliki followers banyak. Untuk mendapatkan followers banyak, maka seseorang harus mengeluarkan pendapatnya sesuai dengan keahliannya di media sosial agar bisa dilihat atau diikuti oleh banyak orang.

"Yang pasti menguntungkan atau enggak sama aja kaya youtuber yang ada di Instagram. Kan ini para pembuat konten yang mereka punya pendapat karena pendapatnya di-follow oleh orang banyak," kata Enda.

Karena menurut Enda, dirinya jarang menemui seseorang yang tidak mengerti tentang suatu topik menjadi influencer di bidang tersebut. Misalnya seseorang tidak mengerti tentang arsitektur, maka tidak mungkin orang tersebut menjadi influencer arsitektur.

"Jarang memang dan memang enggak bisa juga saya pengen jadi influencer tentang arsitektur atau tentang hukum tapi saya tidak tahu dan tidak melakukan apapun tentang bidangnya enggak bisa juga. Jadi sebenarnya influencer ini lebih ke efek samping," kata Enda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini