4. Investasi Serta Belanja Konsumen dan Perdagangan Terkontraksi
Laporan yang dirilis Dewan Nasional Ekonomi dan Pembangunan Sosial menunjukkan, investasi, belanja konsumen dan perdagangan terkontraksi secara signifikan. Produk pertanian, yang juga dipengaruhi musim kemarau, menyusut tiga persen, sementara industri manufaktur menurun 14,4%. Sebagai perbandingan, pada kuartal pertama, ekonomi negara itu hanya menyusut 2%.
5. Situasi Ekonomi Thailand
Situasi ekonomi yang memburuk diperparah oleh gelombang kerusuhan mahasiswa. Pada Minggu (16/8), para demonstran antipemerintah menggelar aksi protes yang menuntut diselenggarakannya pemilu baru, perubahan konstitusi dan pengakhiran intimidasi terhadap para pengecam pemerintah.
Aksi protes itu sendiri tidak secara terang-terangan mempersoalkan ekonomi, namun menegaskan ketidaksenangan publik terhadap cara pemerintah yang didominasi militer dalam menanggulangi krisis, sehingga mengakibatkan banyak orang mengalami kesulitan ekonomi.
6. Pembatasan Ketat Oleh Pemerintah
Pemerintah memberlakukan berbagai pembatasan ketat untuk mengendalikan wabah, termasuk memberlakukan jam malam dan larangan penjualan alkohol. Kebijakan ini memang terbukti berhasil mengendalikan wabah, namun menimbulkan kerugian ekonomi yang parah.
7. Bisnis Pariwisata Gulung Tikar
Banyak bisnis pariwisata gulung tikar dan jutaan orang kehilangan pekerjaan. Perekonomian Thailand sangat mengandalkan bisnis pariwisata. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, pandemi virus corona telah membuat bisnis ini menyusut 38%.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.