Share

Dari Tugas Kuliah, Pria Ini Justru Geluti Bisnis Jam dari Kayu hingga Semen

Giri Hartomo, Okezone · Selasa 25 Agustus 2020 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 320 2267243 dari-tugas-kuliah-pria-ini-justru-geluti-bisnis-jam-dari-kayu-hingga-semen-k6JVJCfM9F.jpg Jam Tangan Lakanua Berasal dari Tugas Kuliah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Inspirasi membuka usaha bisa datang dari manapun termasuk juga dari tugas kuliah. Bila dieksekusi dengan baik, tugas kuliah bisa jadi produk yang memiliki nilai jual tinggi.

Salah satu usaha sukses yang berasal dari tugas kuliah adalah produk jam tangan Lakanua. Salah seorang pemiliknya, Restu Irwansyah Setiawan menjelaskan, asal mula bisnis jam tangannya terbuat dari bahan eksotik seperti semen dan batu alam.

Baca Juga: Inspiratif, Penyandang Disabilitas Buat Berbagai Kerajinan Bahan Bambu

Dirinya bersama dengan rekannya mendapatkan tugas kuliah yang berkaitan dengan eksplorasi material produk. Di mana dirinya seorang mahasiswa jurusan desain produk.

"Jadi awal mulanya dari kuliah karena kita kebetulan jurusannya desain produk, jadi sudah ada basic ilmunya di eksplorasi material dan produk gitu," ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (25/8/2020).

Jam Tangan Lakanua

Pada awalnya tentu belum memikirkan produk yang dibuat apakah akan dijual. Sebab masih tahap eksplorasi campuran material seperti semen.

"Betul dari kuliah eksplorasi materialnya kalau jamnya belum," kata Restu.

Baca Juga: Labu Madu Asli Indonesia Tembus Ekspor ke Singapura, Untung Ratusan Juta

Kemudian ide membuat jam pun muncul pada 2008-2012. Ketika itu, tren jam tangan terbuat dari kayu.

Melihat tren tersebut, Restu bersama dengan temannya melihat ada peluang bisnisnya. "Dari situlah kurang lebih klop nih pasarnya," kata Restu.

Restu mulai membuat jam tangan kayu. Dirinya memutar otak supaya jam tangan yang dikembangkan berbeda dengan produk yang tren saat itu.

"Awalnya kita bikin jam tangan kayu juga. Kita sudah mulai development. Pas launching di situlah jadi kaya langsung banyak dari situlah kita langsung putar lagi gimana caranya biar ada unik selling point intinya kesitu," kata Restu.

Usahanya pun sempat rehat sementara waktu karena harus memikirkan dan mencari inspirasi mengenai pengembangan produknya. Dalam masa rehat, temannya membuat furniture, Restu memilih bekerja di salah satu brand fashion lokal ternama.

"Terus teman saya itu kalau tahu suka bikin furniture dari semen. Kebetulan saya itu kerja di brand fashion. Nah dari situlah saya ketemu sama teman saya lagi, ngobrol lagi, breakdown lagi gimana jam tangan mau diterusin enggak? Yaudah dari situ kepikiran kalau kita pakai material yang beda kita sering ketemu semen lah," jelas Restu.

"Jadi memang sebelumnya kita sudah sering main sama semen, cuma enggak kepikiran juga untuk bikin waktu itu. Cuma setelah break satu tahun dari situ muncul lagi idenya," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini