Hubungan India-China Memanas, Alibaba Tunda Investasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 27 Agustus 2020 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 320 2268296 hubungan-india-china-memanas-alibaba-tunda-investasi-C25gpCVBQg.jpg Alibaba (Foto: China Daily)

JAKARTA - Alibaba Group menunda rencana untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan India. Hal tersebut menyusul memburuknya hubungan antar India dan China setelah terjadi bentrokan di perbatasan kedua negara.

Alibaba juga tidak akan memasukan dana segar untuk memperluas investasinya di negara tersebut selama enam bulan ke depan. Namun, Alibaba tidak ada rencana untuk mengurangi kepemilikannya atau keluar dari investasi. Namun, Alibaba tidak menanggapi permintaan komentar terkait hal tersebut.

Baca Juga: Alibaba Raup Rp181,7 Triliun dari IPO di Hong Kong

"Alibaba dan beberapa lainnya telah menunda rencana investasi India mereka selama enam bulan dan mereka berharap keadaan akan sedikit tenang setelah itu," kata salah satu sumber mengutip CNBC, Kamis (27/8/2020).

Konglomerat China dan afiliasinya Alibaba Capital Partners dan Ant Group telah menginvestasikan lebih dari USD2 miliar atau sekitar Rp29,4 triliun (mengacu kurs Rp14.600 per USD) di perusahaan-perusahaan India sejak 2015. Menurut data dari PitchBook, mereka juga berpartisipasi dalam putaran pendanaan setidaknya USD1,8 miliar atau Rp26,4 triliun.

Baca Juga: Alibaba IPO di Bursa Hong Kong

Namun, menghentikan langkah dapat memperlambat rencana penggalangan dana untuk beberapa perusahaan investee Alibaba di India. Tercatat platform pembayaran Paytm, aggregator restoran dan layanan pengiriman makanan Zomato, dan e-grocer BigBasket merupakan platform hasil suntikan dana dari Grup Alibaba.

Bahkan, Ant Group juga sedang mempersiapkan rencana untuk go public atau Initial Public Offering (IPO).

Namun, bentrokan perbatasan pada bulan Juni, di mana 20 tentara India tewas, meningkatkan ketegangan. Bahkan India memberlakukan pembatasan yang lebih ketat pada barang-barang dan bisnis China di tengah seruan untuk boikot.

"Tidak ada yang berencana untuk mencekal saham mereka di usaha India mengingat kondisi pasar dan fakta bahwa tidak banyak pembeli," kata orang itu.

Mitra di firma hukum India, AP & Partners Arjun Sinha mengatakan, ketegangan antara India dan China banyak dimanfaatkan oleh investor di Eropa dan Amerika Serikat. Mereka mengaku berminat untuk mengisi celah yang ditinggalkan oleh China.

Sebenarnya, Startup India banyak didanai oleh investor China seperti Alibaba dan Tencent. Para bankir sebelumnya mengatakan mereka ingin meningkatkan kehadiran mereka di negara itu dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan mereka di luar China.

“Pembuatan kesepakatan, bagaimanapun, mungkin memakan waktu sedikit lebih lama karena ini akan menjadi hubungan baru dibandingkan putaran pendanaan lebih lanjut,” kata Sinha.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini