Sederet Kendala Industri Kreatif Gagal Masuk ke Pasar Global

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 19:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 320 2269153 sederet-kendala-industri-kreatif-gagal-masuk-ke-pasar-global-mY8mAIdskb.jpg ekonomi Kreatif (Okezone)

JAKARTA - Pelaku industri kreatif di Indonesia kini terlihat hanya merajai pangsa pasar dalam negeri saja. Padahal, diharapkan mereka juga bisa membawa produknya ke pasar global. Namun, hal itu tak semudah membalikkan tangan karena ada beberapa kendala yang dialaminya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio membeberkan beragam kendala yang dialami pelaku usaha tersebut. Di antaranya berupa beban biaya eksport yang tinggi sehingga mereka enggan memasokkan barangnya ke luar negeri.

 Baca juga: Peluang Bisnis Menjanjikan, Industri Kreatif Diminta Manfaatkan Kearifan Lokal

“Biaya ekspor yang tinggi. Karena kebanyakan pelaku ekonomi kreatif ditangani pelaku UMKM, tidak memahami proses ekspor,” kata Wishnutama dalam pembukaan acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) Tahun 2020 seri I secara virtual Jumat (28/8/2020).

Dia menambahkan, jumlah produksi yang masih kecil membuat mereka tak percaya diri bila suatu hari nanti mendapatkan pesanan dalam partai besar. Selanjutnya, masalah yang menimpa mereka yaitu minimnya informasi yang diterima mereka ihwal produk-produk yang sedang diminati pasar mancanegara.

 Baca juga: Creative Economy Review 2019, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Ekonomi Kreatif Kekuatan Baru Ekonomi Nasional

“Banyak dari para pelaku tidak tahu pasar potensial dari produknya, tidak berani menjajakan ekspor, kurang melakukan pemasaran digital, kurang platform e-commerce untuk eksport dan adanya konsekuensi biaya yang tinggi,” ujarnya.

Selain itu, regulasi izin yang berbelit-belit saat hendak melakukan eksport membuat mereka kian malas memperluas bisnisnya ke pasar global. Kemudian, hampir mayoritas bahan baku produksi industri kreatif itu masih mengandalkan impor, sehingga ketika pandemi berlangsung mereka pun juga terdampak.

“Sejak PSBB hampir di seluruh wilayah banyak para pelaku kesulitan mendapatkan bahan baku. Banyak bahan baku dasar kita terus diimpor dari luar negeri. PSBB juga membuat distribusi logistik juga terganggu,” kata dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini