Hitung-hitungan Bisnis Dessert Box, Cek di Sini

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 455 2268913 hitung-hitungan-bisnis-dessert-box-cek-di-sini-VvxpbBHPqP.jpeg Dessert Box Bigcheese (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Bisnis makanan penutup seperti cheese cup hingga dessert box kini sedang naik daun. Apalagi dengan pandemi virus corona membuat masyarakat lebih sering memesan makanan dari rumah karena aktivitas di luar dibatasi.

Hal tersebut tentunya bisa menjadi peluang bisnis baru. Lantas bagaimana cara menetapkan harga jual dari produk cheese cup atau dessert box?

Owner dari Bigcheese.id Hestria Maulindira mengatakan, untuk menentukan harga jual harus dihitung dengan rinci. Biasanya dirinya menghitung rincian tersebut dengan sebutan food cost.

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Bisnis Makanan Jauh Lebih Menguntungkan

Dalam hitungan tersebut hal pertama yang harus dimiliki adalah resep dari makanannya. Setelah itu, barulah dilihat harga bahan makanan yang akan digunakan untuk memasak tersebut.

Misalnya adalah gula pasir untuk memberi rasa manis pada makanannya. Harga satu gula pasir per kilogram tersebut nantinya dibagi kembali untuk beberapa produk.

Contohnya, untuk membuat satu dessert box membutuhkan gula sebanyak 20 gram. Maka jika memiliki gula 1 kilogram, bisa menjadi berapa makanan atau dessert box.

dessert

"Setiap jualan aku pasti bikin costing. Aku pasti bikin di excel. Ada resep nih misalnya, aku masukin resepnya gula 20 gram misalnya, harga gula berapa sih per kilogramnya. Misalnya harga gula Rp13000," ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (28/8/2020).

Selain itu, ongkos listrik dan air juga harus mendapatkan hitungan. Termasuk juga tenaga yang dikeluarkan harus dimasukkan ke dalam hitungan.

"Aku tuh enggak pernah asal kasih hitungannya. Aku bikin hitungan food cost-nya itu berdasarkan kebutuhan yang dipakai. Aku masukin termasuk listrik aku masukin dulu," jelasnya.

Setelah itu, barulah dipikirkan ingin mengambil keuntungan berapa. Menurutnya, untuk bisnis makanan, mengambil keuntungan 50% pun harganya masih berada di dalam batas wajar.

"Jadi food cost itu sudah termasuk listrik air yang aku pakai. Setelah itu aku baru up, misal harga modalnya Rp5.000 dari Rp5.000 itu aku mau untung berapa persen? baru deh aku naikan," kata wanita yang kerap disapa Tria.

Sebagai salah satu contohnya, jika ongkos membuat satu produk adalah sebesar Rp5.000 per cup. Maka jika ingin mengambil untung 50%, artinya harga jual produk tersebut adalah Rp7.500 per cup.

"Jadi keuntungan bersihnya misalnya aku mau 50%. Berarti 50% dari Rp5000 kan Rp2.500, berarti aku jualnya Rp7.500. Karena ada hitungannya, karena aku waktu kuliah belajar ada hitungannya," kata Tria.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini