Belanja Kebutuhan di Tengah Ancaman Resesi dengan BLT Rp1,2 Juta

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 31 Agustus 2020 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 622 2270220 belanja-kebutuhan-di-tengah-ancaman-resesi-dengan-blt-rp1-2-juta-EEakXQTahV.jpeg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah akan mencairkan kembali bantuan subsidi gaji Rp1,2 juta untuk para pekerja dengan penghasilan di bawah Rp5 juta per bulan pada esok hari. Pencairan besok adalah susulan setelah sebelumnya pencairan dilakukan pada pekan lalu.

Pemerintah memberikan bantuan subsidi gaji ini untuk menjaga agar ekonomi Indonesia tidak anjlok tidak terlalu dalam. Dengan harapan, para pekerja ini bisa tetap spending uangnya meskipun di tengah situasi yang sulit seperti saat ini.

Baca Juga: Cek Rekening, Besok 3 Juta Pekerja Terima BLT Rp1,2 Juta

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, bantuan dari pemerintah harus bisa digunakan dengan semaksimal mungkin. Maksudnya, bantuan ini harus dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan.

"Kalau mereka mau membelanjakan berarti membelanjakan atau hal-hal atau barang-barang yang sangat dibutuhkan saat ini," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (31/8/2020).

Baca Juga: Tak Dapat BLT Subsidi Gaji Rp1,2 Juta? Lapor ke Sini

Sebagai salah satu contohnya adalah dengan membeli kuota internet. Apalagi bagi mereka yang bekerja dari rumah atau work from home, kuota internet menjadi salah satu penunjang kerja yang sangat dibutuhkan.

Belum lagi, bagi mereka yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Kebutuhan kuota internet juga sangat penting untuk menunjang pendidikan anak mengingat, masih ada beberapa anak yang belajar dari rumah.

"Contohnya misalnya buat mereka yang anaknya masih school from home, berarti kebutuhan akan kuota internet masih sangat perlu banget," jelasnya.

 

Upaya pemerintah dengan memberikan bantuan untuk mendongkrak daya beli cukup bagus. Karena ada beberapa pekerja khususnya yang bergaji di bawah Rp5 juta kesulitan secara keuangan karena berbagai hal.

"Pemerintah memberikan BLT itu tujuannya untuk meningkatkan konsumsi. Konsumsi seperti apa, karena yang memberikan bantuan juga dianggap memiliki atau terkena imbas dari secara finansial asumsinya kelompok masyarakat ini mereka yang memang bisa dibilang terpaksa mengurangi konsumsinya nih," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini