Pendapatan Waskita Karya Tergerus Jadi Rp8,04 Triliun Gegara Covid-19

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 06 September 2020 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 06 278 2273355 pendapatan-waskita-karya-tergerus-jadi-rp8-04-triliun-gegara-covid-19-r7nqE8UoOp.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mencatat pendapatan sebesar Rp8,04 triliun hingga 30 Juni 2020. Laporan keuangan tersebut turun signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pandemi virus corona yang memasuki bulan ke tujuh tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan. Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan l memberikan dampak bagi kinerja emiten konstruksi tanah air, salah satunya Waskita.

Baca Juga: Anggaran Belanja Rp307 Triliun Jadi Angin Segar UMKM

Emiten yang melantai di Bursa sejak Desember 2012 itu mencatatkan laba sebelum beban bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp1,2 Triliun.

“Dari sisi operasional, Waskita membuktikan tetap dapat mempertahankan profitabilitas di tengah pandemi," jelas Direktur Keuangan Waskita Karya ( Taufik Hendra Kusuma, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/9/2020).

Baca Juga: Naik 1%, Penyaluran Kredit Juli 2020 Capai Rp5.536,4 Triliun

Meskipun meraih pendapatan usaha tertinggi dan juga EBITDA positif, Waskita juga mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,1 Triliun. Taufik menjelaskan bahwa kerugian tersebut lebih disebabkan beban bunga investasi jalan tol yang besar.

"Siklus bisnis jalan tol itu memang di awal masa operasi akan mencatatkan loss (rugi), karena Lalu Lintas Harian Rata-Ratanya (LHR) masih rendah dan bunga pinjaman mulai dibebankan. Selain upaya peningkatan realisasi LHR, strategi divestasi ruas tol yang sudah beroperasi kepada investor merupakan upaya yang sedang dilakukan agar beban keuangan menurun," ujar Taufik.

Seperti diketahui, Waskita memegang kepemilikan atas 16 ruas jalan tol dengan total investasi Rp150 triliun dan saat ini dalam proses divestasi beberapa ruas tol kepada investor, antara lain ruas Bekasi - Cawang - Kampung Melayu, Cibitung - Cilincing, serta ruas Trans Jawa yaitu Kanci - Pejagan dan Pejagan - Pemalang.

Pada 31 Agustus 2020, anak perusahaan Waskita Karya di bidang jalan tol yaitu PT Waskita Toll Road (WTR) telah melakukan penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) untuk pelepasan 30% kepemilikan pada ruas Bekasi - Cawang - Kampung Melayu dengan nilai transaksi sebesar Rp550 Miliar.

"Kami targetkan finalisasi transaksi di September atau Oktober tahun ini", ujar Taufik.

Taufik menjelaskan bahwa apabila seluruh program divestasi tol tahun ini berjalan lancar, Waskita diperkirakan akan dapat mengurangi utang sekitar Rp20 triliun - Rp21 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini