4 Fakta BLT Subsidi Gaji Ditransfer ke Rekening Bank Swasta

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 07 September 2020 06:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 06 320 2273448 4-fakta-blt-subsidi-gaji-ditransfer-ke-rekening-bank-swasta-eo4J7ygxzw.jpeg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA – Pemerintah telah mentransfer program Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu kepada 5,25 juta rekening pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta. Adapun pada gelombang pertama ditransfer sebanyak 2,5 juta rekening dan tahapan kedua ada 3 juta rekening.

Sebagaimana diketahui, pemerintah memberikan bantuan Rp2,4 juta kepada para pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta. Bantuan tersebut akan dicairkan setiap dua bulan sekali dalam jangka waktu 4 bulan. 

Okezone merangkum beberapa fakta pencairan program BLT tersebut.

Baca Juga: BLT Subsidi Gaji Tahap II Sudah Ditransfer, Silakan Cek Rekening

1. Masih Ada 10 Juta Pekerja yang Belum Menerima BLT Rp 600 ribu

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan masih ada sekira 10 juta pekerja yang belum ditransfer ke rekeningnya untuk menerima BLT Rp600 ribu. Tercatat, yang sudah menerima stimulus itu ada 5,25 juta pekerja dari total 15,7 penerima.

"Pada batch 1 sudah terealisasi untuk 2,5 juta dan batch 2 sebanyak 3 juta penerima, dari total penerima yang ditargetkan sebanyak 15,7 juta penerima," kata Airlangga dalam keterangan tertulis Sabtu (6/9/2020).

Baca Juga: Banyak Rekening Mati, Transfer BLT Rp1,2 Juta Terhambat 

2. Pencairan BLT Juga Berbarengan ke Bank Swasta

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah mengatakan, tercatat 1,9 juta rekening penerima sudah menerima transfer dana baik rekening bank Himbara dan non Himbara pada 2 September 2020.

Angka penerima itu tergolong kecil dari target pemerintah pada gelombang kedua yang pencairan dana subsidi upah sebanyak 3 juta rekening.

Hal itu, kata Ida, terdapat banyak rekening peserta penerima yang tidak aktif. Oleh karenanya, Kementerian Ketenagakerjaan mengembalikan data tersebut kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk disampaikan kepada penerima subsidi.

"Per kemarin (2 September 2020, terdapat 1,9 juta (penerima) selebihnya itu memang masih ada data yang misalnya, rekeningnya itu tidak aktif. Kami kembalikan ke BPJS Ketenagakerjaan yang disampaikan kepada rekan-rekan pekerja. Jadi, kami ingin menyampaikan di sini, kepada teman-teman pekerja serahkan nomor rekening yang aktif, itu yang paling penting sehingga mempermudah kami untuk melakukan transfer ke rekening," ujar Ida, Jakarta, Kamis (3/9/2020).

3. Tercatat Ada 1,6 Juta Rekening Penerima yang Tidak Aktif

Deputi Direktur Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja menyatakan ada dua alternatif tindakan atas nomor rekening pekerja yang tidak lolos validasi berlapis BPJS Ketenagakerjaan.

"Jumlah data rekening peserta tidak valid ini mencapai 1,6 juta orang," kata dia.

4. Perusahaan Diminta Memperbaiki Data Hingga 15 September

Utoh menyampaikan bahwa BP Jamsostek akan terus mendorong perusahaan atau pemberi kerja untuk segera menyampaikan data nomor rekening peserta yang memenuhi persyaratan, dengan batas waktu telah diperpanjang hingga tanggal 15 September 2020.

"BPJS Ketenagakerjaa juga berharap perusahaan mempercepat proses penyampaian data yang dikonfirmasi ulang," ucapnya.(kmj)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini