Defisit APBN 2021 Bakal Melebar, Menkeu Beberkan Alasannya

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 11 September 2020 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 11 320 2276123 defisit-apbn-2021-bakal-melebar-menkeu-beberkan-alasannya-uuMQa67K99.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram SMIndrawati)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksi defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021 akan melebar. Hal ini dikarenakan adanya perubahan dari sisi pendapatan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan defisit anggaran akan mencapai sebesar 0,2%. Dengan pelebaran tersebut maka defisit 2021 menjadi 5,7% dari sebelumnya 5,5%.

 Baca juga: Menko Airlangga dan Luhut Kantongi Tambahan Anggaran Rp50 Miliar

"Defisit ini dalam pembahasan juga disebutkan, dengan mempertimbangkan ketidakpastian di dalam tahun 2021 dan program yang telah disusun dan dibahas oleh kementerian dengan komisi, maka sementara dari sisi pendapatan terjadi perubahan, defisit anggaran alami kenaikan 0,2% dari yang disampaikan Presiden yakni jadi 5,07% dari pdb," ujar Sri Mulyani dalam rapat dengan Banggar secara virtual, Jumat (11/9/2020).

Menurutnya, defisit anggaran naik karena penerimaan negara yang disepakati mengalami penurunan sedangkan belanja mengalami kenaikan. Dalam postur sementara, belanja negara ditetapkan naik sebesar Rp2,5 triliun menjadi Rp2.750 triliun dari sebelumnya sebesar Rp2.747,5 triliun di RAPBN 2021.

Sedangkan, penerimaan negara turun Rp32,7 triliun menjadi Rp1.743,6 triliun dari sebelumnya Rp1.776,4 triliun.

"Maka sementara dari sisi pendapatan terjadi perubahan, defisit anggaran alami kenaikan 0,2% dari yang disampaikan presiden,"katanya.

Sambung dia, defisit ini maka terjadi juga perubahan pembiayaan anggaran. Pembiayaan tambahan defisit sebesar Rp35,2 triliun tersebut akan dilakukan melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) hingga menggunakan uang kas negara yang masih tersedia.

"SBN untuk pembiayaan direncanakan sebesar Rp34,9 triliun, penggunaan SAl Rp15,8 triliun dan tambahan cadangan pembiayaan pendidikan Rp15,4 triliun," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini