Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BI Ungkap Minggu Kedua September Deflasi 0,01%

Rina Anggraeni , Jurnalis-Jum'at, 11 September 2020 |15:28 WIB
BI Ungkap Minggu Kedua September Deflasi 0,01%
IHK Awal September Diperkirakan Deflasi. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada awal September deflasi 0,01%. Hal ini, berdasarkan survei pemantauan harga minggu II September 2020. Di mana perkembangan harga pada September 2020 diperkirakan deflasi sebesar 0,01% (mtm).

"Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi September 2020 secara tahun kalender sebesar 0,92% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,46% (yoy)," kata Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako di Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Baca Juga: Target Inflasi 3% di 2021, Bos BI: Cukup Berat

Kata dia, penyumbang utama deflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas telur ayam ras dan bawang merah masing-masing sebesar minus 0,03% (mtm), daging ayam ras sebesar minus 0,02% (mtm), jeruk, cabai merah, cabai rawit, dan emas perhiasan masing-masing sebesar minus 0,01% (mtm)..

"Sementara itu, komoditas penyumbang inflasi yaitu bawang putih dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,01% (mtm)," katanya.

Baca Juga: Minggu Pertama September Deflasi, Harga Daging Ayam hingga Cabai Turun

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement