Erick Thohir Perkirakan Ekonomi RI Benar-Benar Pulih pada 2022

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 15 September 2020 18:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 320 2278252 erick-thohir-perkirakan-ekonomi-ri-benar-benar-pulih-pada-2022-i5mm4rOt4X.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah memperkirakan ekonomi nasional akan kembali pulih pada 2022. Pada tahun itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sama dengan kondisi sebelum Covid-19 belum menyebar di Indonesia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menyebut, meski World Bank dan Asian Development Bank (ADB) memprediksi pertumbuhan dalam negeri akan positif pada 2021. Namun pihaknya meyakini stabilitas ekonomi akan benar-benar terjadi pada kuartal I-2022.

Baca Juga: PSBB Jakarta, Apa Upaya Sri Mulyani Selamatkan Ekonomi RI?

"Kita berharap ke depan nantinya, dan sudah banyak riset menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun depan Indonesia, kita lihat dari World Bank, ADB bisa kembali positif. Tetapi ekonomi tumbuh benar-benar itu sama seperti sebelum Covid-19, semua memprediksi kuartal I-2022," ujarnya, Selasa (15/9/2020).

Untuk mengejar target tersebut, sejumlah langkah dilakukan pemerintah seperti program stimulus ekonomi kepada sejumlah sektor bisnis dan masyarakat. Hal itu bertujuan untuk mendorong tingkat konsumsi masyarakat dan memberikan penguatan bagi sektor usaha untuk mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Pelonggaran Lockdown, Menko Airlangga: Percepat Pemulihan Ekonomi

"Ekonomi Indonesia tumbuh bila program selanjutnya berjalan baik, masyarakat juga akan bisa bertahan, ini ada catatan bahwa hal ini mampu mendorong dorong ekonomi Indonesia," kata dia.

Upaya lain untuk mendorong stabilitas ekonomi adalah pemerintah juga akan meningkatkan kemampuan produksi sumber daya alam. Di mana, pemaksimalan tersebut tidak hanya terbatas pada mineral namun juga pertanian dan maritim.

"Ekonomi dunia akan shifting ke negara selatan seperti China, India dibeberapa negara Asia dibandingkan di Eropa dan Amerika Serikat. Afrik jua akan potensi karena perdagangan south to south diprioritaskan," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, pada kuartal III tahun ini ekonomi nasional akan minus 1% sampai 3%.

Dia juga mengatakan, banyak lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi Indonesia akan minus 0,3%. Bahkan, Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia tak akan tumbuh tahun ini.

"Karena itu disebut hanya ada tiga negara yang mampu keluar dari situasi ini yaitu China dan akan diikuti Indonesia. Semula India menyusul, tapi ternyata kasus Corona-nya dalam sekali," ujar Airlangga.

Meski prediksi ekonomi nasional pada kuartal ke-III tahun ini minus 1 hingga 3%, persentase itu dia nilai lebih baik daripada kuartal II yang sebelumnya minus 5,32%. Situasi tersebut membuatnya Airlangga percaya diri kalau pemulihan ekonomi bakal berlangsung cepat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini