Ekonomi di Ambang Resesi, Masih Boleh Liburan?

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 15 September 2020 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 622 2278150 ekonomi-di-ambang-resesi-masih-boleh-liburan-J07JbLayJ7.jpg Stop Pengeluaran yang Tidak Penting Selama Pandemi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Ekonomi Indonesia di ambang resesi. Pasalnya, pada pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 sudah minus 5,3% secara tahunan (year on year/yoy). Kuartal III saat ini pun menjadi penentu apakah Indonesia masuk dalam daftar yang resesi akibat corona.

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, dengan ekonomi yang berada di ambang resesi ada baiknya mengurangi pengeluaran yang sifatnya tidak terlalu penting seperti piknik. Karena dalam situasi ini, uang yang dimiliki harus digunakan untuk kebutuhan yang lebih penting.

Baca Juga: Nabung Buat Modal Usaha? Begini Caranya

Menurutnya, ada beberapa kebutuhan yang lebih urgen seperti biaya hidup sehari-hari, cicilan kredit hingga biaya sekolah anak bagi yang sudah berkeluarga. Sedangkan pendapatan sangat terbatas karena adanya pandemi.

Menurut Andi, dengan penundaan piknik ini, ada banyak manfaat yang didapat. Seperti bisa menghemat uang juga bisa mencegah terkena atau tertular virus corona.

Baca Juga: 4 Pos Penting dalam Mengelola Keuangan di Tengah Pandemi Covid-19

"Karena kan ada kebutuhan mereka yang lebih penting yang lebih urgen untuk kebutuhan sehari-hari, tagihan, anak masuk sekolah itu kebutuhannya lebih urgent," ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (15/9/2020).

Namun, bagi mereka yang tetap kekeuh ingin pergi piknik atau sekedar ingin pulang ke kampung halaman, boleh-boleb saja. Asalkan, sudah cukup aman secara keuangan dan pekerjaan.

"Kembali lagi ke kondisi masing-masing orang. Artinya kalau buat teman teman yang enggak ada masalah dengan keuangan artinya gaji tetap dibayarkan kemudian juga mereka sah sah aja. Misalnya mau sekedar piknik. Sepanjang tidak melanggar PSBB menurutku masih sah sah aja," kata Andi.

Namun, bagi mereka yang pergi piknik atau berperegian ke luar kota tetap harus diatur pengeluarannya. Saran Andi, pengeluaran untuk kebutuhan piknik ada baiknya hanya sekitar 10% saja dari penghasilan, sedangkan sisanya bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya.

"Tinggal mereka atur saja besaran dana yang digunakan untuk piknik ini tidak terlalu besar atau dibadgetin aja misalnya 10% penghasilan mereka. Jadi jangan mentang mentang boleh piknik mentang mentang udah lama ga keluar keluar kemudian sekalinya piknik langsung keluar semua," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini