Pedagang Pasar: 6 Bulan Ini Masa yang Paling Berat

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 16 September 2020 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 320 2278690 pedagang-pasar-6-bulan-ini-masa-yang-paling-berat-wlW8pBMOfk.jpg Penyemprotan Disinfektan untuk Cegah Covid-19. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Pandemi Covid-19 melanda Indonesia sejak Maret 2020. Omzet para pedagang pasar tradisional pun kian tergerus karena konsumen khawatir untuk bertransaksi secara langsung di pasar.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri menyebut, enam bulan terakhir menjadi waktu paling berat bagi para pedagang. Omzet kian menukik tajam, sebelum ketika pandemi datang ke Indonesia.

Baca Juga: 321 Pedagang Pasar Tradisional di Jakarta Terinfeksi Covid-19

“Masa enam bulan ini adalah masa yang paling berat. Ini mendapatkan pukulan penurunan omzet,” kata Abdullah dalam acara Market Review di IDX Channel, Rabu (16/9/2020).

Menurut dia, akibat itu membuat para pedagang abai untuk menerapkan protokol kesehatan di tempat mereka mencari nafkah. Selain itu, edukasi dan komuniksi yang kurang dari pemerintah daerah juga membuat pasar tradisional menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Disiplin pelanggan dan pedagang menurun. Kalau pasar ini harus aman dari Covid-19. Terus gunakan masker dan jaga jarak,” ujarnya.

Baca Juga: Aturan Stimulus Ruwet, Pedagang Pasar Lebih Pilih Pinjam ke Rentenir

Dia menjelaskan, protokol kesehatan yang selama ini belum disediakan oleh pemerintah daerah, dengan memberikan tirai plastik kepada seluruh kios atau los di pasar. Sebab itu merupakan cara yang efektif mengurangi penyebaran di sana.

“Harus ada upaya tambahan, memasang tirai plastik agar menjaga Covid-19 tidak menyebar. Ini belum maksimal dan harus didorong dengan cara-cara yang efektif di pasar,” ujarnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini