JAKARTA - Kurs dolar AS balik menguat pada perdagangan Rabu, setelah Federal Reserve diprediksi akan mempertahankan suku bunga mendekati nol dan mengharapkan pemulihan ekonomi akibat virus corona bisa dipercepat. Selain itu, pengangguran turun lebih cepat dari yang diharapkan pada Juni 2020.
Bank Sentral AS mengatakan akan mempertahankan suku bunga pada level terendah sampai inflasi berada pada jalur atau target 2%. Sedangkan pada proyeksi ekonomi , pembuat kebijakan Fed melihat bahwa pertumbuhan ekonomi akan turun 3,7% tahun ini atau terjadi peningkatan dari prediksi sebelumnya turun 6,5%.
Baca Juga: Menanti Keputusan The Fed, Dolar AS Merosot ke Level Terendah
"The Fed benar-benar menggarisbawahi sikap dovishnya dan bagaimana inflasi memegang kunci untuk prospek kebijakan. Tapi level dolar masih di bawah dolar meski Fed meningkatkan perkiraan ekonominya untuk PDB tahun 2020. Proyeksi baru adalah minus 3,7%. Itu tidak seburuk (proyeksi) dari bulan Juni," Analis Pasar Western Union Business Solutions, Joe Manimbo, dilansir dari CNBC, Kamis (17/9/2020).
Indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang naik 0,07% menjadi 93,19. Euro turun 0,41% menjadi USD1,1797.