711 Ribu Keluarga Mengundurkan Diri sebagai Penerima Bansos

Fathnur Rohman, Jurnalis · Kamis 17 September 2020 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 320 2279276 711-ribu-keluarga-mengundurkan-diri-sebagai-penerima-bansos-5Bzmef5FIg.jpg Mensos Juliari Batubara. (Foto: Okezone.com/Fathnur Rohman)

CIREBON - Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara mengungkapkan banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mengundurkan diri sebagai penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH).

Banyak faktor yang melatarbelakangi keluarga tersebut mengundurkan diri dan mengembalikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Salah satunya alasannya karena kondisi perekonomian telah membaik.

Dari catatan Kementrian Sosial (Kemensos), hingga Agustus 2020, sebanyak 711.126 KPM sudah mengundurkan diri sebaga penerima bantuan sosial (bansos) PKH. Dirinya menargetkan, pada tahun ini sebanyak 1 juta KPM dapat terlampaui.

Baca Juga: Realisasi Anggaran PEN Baru 34,6%, Ini Rinciannya

"Ini tak lepas dari kerjasama semua pihak terutama pendamping sosial PKH yang senantiasa memberikan bimbingan dan arahan kepada KPM. Mereka sebagai ujung tombak dari keberhasilan program ini," kata Juliari, di Hotel Aston, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/9/2020).

Dia menyampaikan, sebagai ujung tombak program pengentasan kemiskinan, pihaknya terus mempertahankan jumlah penerima PKH sebanyak 10 juta keluarga. Bahkan pada 2021, pemerintah telah menambah satu item kreteria penerima PKH, yaitu komponen penerima bantuan untuk penderita penyakit TBC (Tuberkulosis) yang masuk dalam komponen kesehatan.

Baca Juga: Jokowi Transfer BLT Subsidi Gaji Rp1,2 Juta ke 398 Ribu Honorer

"Setelah mereka mengundurkan diri akan diisi oleh keluarga miskin lainnya yang belum mendapatkan bansos PKH. Targetnya adalah mereka yang mempunyai penyakit TBC sebanyak 9.000 jiwa dengan indeks Rp3 juta per tahun. Tujuannya untuk dimanfaatkan penerima PKH dalam mengantarkan anggota keluarga dengan TBC ke klinik agar rutin berobat dan untuk membeli makanan bergizi," ujarnya.

Di tempat yang sama, Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyebut, sepanjang 2020 di Kabupaten Cirebon, sebanyak 6.194 KPM menyatakan mengundurkan diri dari kepersertaan bansos PKH.

Dia menambahkan, di Kabupaten Cirebon keberadaan PKH sudah dimulai sejak 2007 dengan jumlah KPM sebanyak 8.224 tersebar di 10 kecamatan. Pada perkembangannya jumlah KPM PKH hingga saat ini telah mencapai 102.465 di Kabupaten Cirebon.

"Berkat pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) mampu merubah pola pikir KPM PKH. Mereka bertekad untuk mempunyai kehidupan lebih baik," pungkas Imron.

Sekedar informasi, Kemensos telah memberikan bantuan PKH sebesar Rp.282.768.091.000 kepada KPM di Kabupaten Cirebon.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini