Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dolar Menguat Pasca-Keputusan The Fed

Fadel Prayoga , Jurnalis-Jum'at, 18 September 2020 |07:17 WIB
Dolar Menguat Pasca-Keputusan The Fed
Dolar AS Menguat Terhadap Mata Uang Lainnya. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat setelah Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya. Hal ini mendorong rally short covering, di mana dolar menghapus hampir semua kenaikan karena pasar mencerna kebijakan Bank Sentral AS.

Beberapa ahli strategi pun berpendapat penguatan dolar kemungkinan bersifat sementara. Pasalnya, The Fed berfokus menjaga suku bunga AS di level terendah sampai lapangan kerja dan inflasi mencapai target.

Suku bunga Fed mendekati nol dipertahankan hingga akhir 2023, ketika pasar tenaga kerja mencapai level maksimum dan inflasi berada di jalur untuk melebihi target 2%.

Baca Juga: Dolar Balik Menguat setelah The Fed Naikkan Prospek Ekonomi AS

Namun, Ahli Strategi Commerzbank menilai persyaratan yang dibuat The Fed bila ingin menaikan suku bunga nantinya sangat jarang dipenuhi. Tercatat kondisi ini terakhir kali terpenuhi antara Maret dan Oktober 2018, dan sebelum itu pada 2000.

Baca Juga: Menanti Keputusan The Fed, Dolar AS Merosot ke Level Terendah

"Berita utama fokus pada fakta bahwa Fed tidak mengharapkan kenaikan suku bunga apapun hingga akhir 2023, berdasarkan proyeksi yang direvisi. Tetapi jika seseorang mengambil kebijakan ke depan secara harfiah mungkin akan memakan waktu lebih lama sampai kenaikan suku bunga akan dipertimbangkan," tulis Ahli Strategi Commerzbank, dilansir dari CNBC, Jumat (18/9/2020).

Terhadap sekeranjang para pesaingnya, indeks dolar naik sekitar 0,32% hingga diperdagangkan pada 93,493, sebelum menghapus sebagian besar kenaikannya pada hari itu menjadi 93,22.

Kelemahan dolar pun membantu mengurangi beberapa tekanan jual pada mata uang lain seperti euro dan dolar Australia. Di antara mata uang Asia, dolar Australia paling terpukul atau turun 0,4% menjadi USD0,72770 meskipun ada data pekerjaan yang kuat.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement