Kekayaan Crazy Rich Filipina Terjun Bebas akibat Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 18 September 2020 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 455 2279954 kekayaan-crazy-rich-filipina-terjun-bebas-akibat-covid-19-IRIaCNLGiv.jpg Kekayaan Turun (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kebijakan lockdown yang ketat dilakukan oleh pemerintah Filipina selama 80 hari. Tujuannya adalah untuk menurunkan potensi penularan virus corona.

Meski dilakukan kebijakan lockdown, kasus Covid-19 yang terjadi di negara tersebut masih tinggi. Secara nasional, kasus covid-19 di Filipina melampaui 250.000 pada bulan September sekaligus menjadikannya jumlah kasus tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Masih tingginya kasus covid-19 membuat indeks harga saham acuan (PSEi) mengalami penurunan 26%. Hal ini pun berdampak pada penurunan jumlah kekayaan, miliarder di Filipina.

Secara kolektif kekayaan 50 miliarder di Filipina turun menjadi USD60,6 miliar atau sekitar Rp892 triliun (mengacu kurs Rp14.800 per USD). Padahal setahun sebelumnya, kekayaan kolektif miliarder Filipinan mencapai USD78 miliar atau sekitar Rp1.030 triliun. Demikian seperti dilansir Forbes, Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Sebanyak 32 miliarder kaya di Filipina mengalami penurun kekayaan bersih. Sy bersaudara misalnya yang mengalami penurunan kekayaan terbesar meskipun saat ini masih menjadi nomor 1 dengan harta USD13,9 miliar atau sekitar Rp204 triliun.

Kekayaan mereka turun sebesar USD3,3 miliar atau sekitar Rp48 triliun di tengah ekonomi yang berkontraksi dan melonjaknya pengangguran.

Contoh lainnya adalah taipan properti Manuel Villar yang berada di peringkat dua, mengalami yang mengalami penurunan kekayaan USD1,6 miliar atau sekitar Rp23 triliun menjadi USD5 miliar atau sekitar Rp73 triliun

 Pagi Ini Rupiah Melemah di Level Rp13.892/USD

Tak hanya itu, sektor perbankan juga sangat terpukul dengan adanya pandemi ini. Saudara kandung Ty dari GT Capital dan Metrobank kehilangan 46% dari kekayaan mereka, menjadi USD1,4 miliar atau Rp20 triliun.

Frederick Dy turun lebih dari 46% menjadi USD190 juta atau sekitar Rp2,7 triliun. Hal ini disebabkan sahamnya di Security Bank turun 52% selama setahun terakhir.

Namun ternyata, ada juga miliarder yang kekayaannya mengalami peningkatan. Tercatat ada 10 miliarder Filipina yang harta kekayaannya meningkat.

Salah satunya adalah Edgar Sia II adalah peraih pendapatan terbesar tahun ini baik dalam persentase maupun dolar. Harta kekayaan bertambah USD300 juta atau sekitar Rp4,4 triliun atau 75%, ke kekayaan bersihnya, yang sekarang menjadi USD700 juta atau sekitar Rp10,3 triliun.

Kenaikan itu sebagian karena keberhasilan IPO MerryMart-nya pada bulan Juni. Saham toko kelontong tercatat meningkat hampir dua kali lipat sejak pencatatan karena tindakan karantina akibat peningkatan penjualan.

Enam nama keluar dari daftar, termasuk Edgar Saavedra dari Megawide Construction. Saham Megawide turun lebih dari 65% setelah melaporkan kerugian bersih paruh pertama sebesar USD8 juta atau sekitar Rp117 miliar.

Namun, salah satu pendiri Megawide, Michael Cosequin tetap masuk dalam daftar karena sebagian besar kekayaannya terkait dengan penjualan saham perusahaan sebelumnya.

Tanah milik Eduardo Cojuangco dari San Miguel yang meninggal pada bulan Juni, diwarisi oleh istrinya, Soledad Oppen-Cojuangco, yang menempati peringkat 16. Dia berbagi kekayaan dengan keempat anaknya Carlos, Luisa, Margarita dan Mark.

Demikian pula, Lance Gokongwei dan saudara-saudaranya memulai debutnya dalam daftar di peringkat 4, menggantikan ayah mereka John Gokongwei Jr yang meninggal pada November 2019. Lance Gokongwei berbagi kekayaan dengan lima saudara perempuannya Faith, Hope, Lisa, Marcia dan Robina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini