Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Labu Madu, Si Manis Tembus Pasar Ekspor Taiwan

Natasha Oktalia , Jurnalis-Senin, 21 September 2020 |10:59 WIB
Labu Madu, Si Manis Tembus Pasar Ekspor Taiwan
Labu Madu (Foto: Bambang/Okezone)
A
A
A

5. Penyiraman.

Penyiraman dilakukan sebanyak satu kali sehari. Jika cuaca kering, tingkatkan penyiraman menjadi dua kali sehari. Masa tanam labu madu menghindari musim hujan agar buah tidak busuk.

6. Pemupukan.

Dalam jangka 1-10 hari setelah tanam, labu madu bisa diberikan pupuk NPK sebanyak dua sampai tiga gram per tanaman. Selanjutnya, dipupuk kembali setiap dua minggu atau sebulan sekali dengan NPK 15-15-15. Takarannya, satu sendok makan dilarutkan dengan lima liter air, dikucurkan 200 ml per tanaman.

7. Panen.

Labu madu bisa dipanen setelah berumur tiga bulan. Dengan ciri, tangkai pada buah berubah dari warna hijau menjadi cokelat dan warna buah kuning kecoklatan.

Melihat potensinya yang bisa dikembangkan, yuk mulai belajar cara budidaya labu madu ini.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement