JAKARTA - Saat ini, reksa dana menjadi salah satu jenis investasi yang banyak diminati oleh masyarakat. Dengan awal mula ditujukan untuk para pelaku awam, tentunya reksa dana memiliki keunggulan dalam memudahkan pelaku untuk melakukan investasi.
Namun di samping itu, masih banyak pula orang yang masih bingung untuk memulai investasi. Maka dari itu perlu adanya pertimbangan-pertimbangan dalam memilih reksa dana.
Baca juga: Sampai Kapan Harga Emas Terus Tinggi?
Berikut ini seperti dilansir dari 'buku Make It Happen!' oleh Prita Ghozie, Jakarta, Senin (21/9/2020), tips-tips yang dapat dilakukan bila ingin mempertimbangkan pilihan reksa dana:
1. Biaya
Ada berbagai kemungkinan faktor biaya dibebankan oleh manajer investasi (MI) kepada nasabahnya. Apa pun jenisnya, MI wajib melampirkannya di prospektus reksa dana.
Baca juga: Jadi Favorit Berinvestasi, Pelajari Dulu Jenis-Jenis Reksa Dana
"Percayalah, Anda pasti tidak mau berinvestasi di reksa dana yang biayanya segunung. Semakin rendah biaya yang dibebankan, semakin banyak keuntungan yang masuk ke kantong Anda." tutur penulis.
2. Profesionalisme manajemen
Pilihlah MI yang memiliki dana kelolaan lebih dari Rp10 miliar untuk setap reksa dana. Perhatikan juga siapa saja yang duduk di jajaran komite investasi, bagaimana reputasi mereka, seberapa besar pengalaman mereka, dan juga rekam jejak kinerja mereka.
3. Data historis dan gaya pengelolaan
Setiap Manajemen Investasi memiliki gaya dan strategi investasi yang berbeda-beda dalam mengelola reksa dana. Jangan lupa membaca prospektus sebelum membeli reksa dana agar tahu barang yang dibeli.
Perhatikan juga kinerja masa lalu dari reksa dana ini, apakah senantiasa di bawah rata-rata tolok ukur atau malah di atasnya. Kinerja masa lalu memang tidak menjamin keuntungan di masa mendatang.
"Namun, kalau MI lebih sering rugi di saat MI lain untung, apa iya Anda masih mau membeli reksa dana racikan mereka?" ujar penulis.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.