"Kalau tahun ini produksi 100 unit, tahun depan seharusnya tumbuh 105 unit atau ada kenaikan 5%. Resesi itu terjadi ketika ekonomi tumbuh negatif, dari 100 unit, turun 95 dan berlangsung dua triwulan berturut-turut," tutur Pengamat Ekonomi Piter Abdullah Pengamat Ekonomi Piter Abdullah.
Resesi bukan berarti semuanya selesai. Sebab, masih ada produksi dalam kehidupan dan perekonomian masih tetap jalan.
"Jad resesi itu bukan berarti semuanya sudah kiamat, sudah hancur. Tidak. Kita masih berproduksi, masih hidup, output kita masih ada," tuturnya.
Baca Selengkapnya: Siap-Siap Ekonomi Indonesia Resesi, Apa Sih Artinya?
(Feby Novalius)