Share

Indonesia Resesi, Tak Sedalam Malaysia hingga Singapura

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 320 2282921 indonesia-resesi-tak-sedalam-malaysia-hingga-singapura-vguS3eze5d.jpg Indonesia Terancam Resesi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 terkontraksi akibat pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi di Triwulan-I melambat signifikan ke level 2.97%, setelah kasus pertama Covid-19 muncul di Indonesia.

Hingga triwulan-III tahun ini, kondisi ekonomi sedikit membaik seiring diberlakukannya relaksasi PSBB. Proyeksi pertumbuhan ekonomi pun diperkirakan meningkat meski masih pada teritori negatif.

Oleh karena itu, menurut Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro, jika Indonesia mengalami resesi tidak akan sedalam India dan Malaysia.

Baca Juga: Resesi Tak Terhindarkan meski Data Ekonomi Membaik

"Namun demikian, resesi yang dialami oleh Indonesia diperkirakan tidak akan sedalam negara-negara sekawasan seperti India, Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura, maupun negara-negara maju di Kawasan Eropa dan AS. Kami memperkirakan pertumbuhan full-year ekonomi Indonesia pada 2020 akan berada pada kisaran minus 1% sampai minus 2%," kata Andry, dalam diskusi virtual, Kamis (24/9/2020).

Kata dia, dinamika ekonomi global di mana banyak negara-negara dunia sudah memasuki resesi kecuali Vietnam dan Tiongkok yang masih mencatat pertumbuhan positif.

Baca Juga: Saat Indonesia Resesi, Apa yang Terjadi Ya?

Adapun, perekonomian akan mulai memasuki masa pemulihan di 2021, dengan asumsi kurva infeksi Covid-19 sudah menunjukkan perlambatan disertai adanya prospek penemuan dan produksi vaksin sehingga masalah pandemi ini bisa cepat teratasi.

"Kami memperkirakan ekonomi dapat tumbuh 4,4% di tahun 2021,"jelasnya.

Dia menambahkan pembatasan sosial dan kekhawatiran konsumen atas penyebaran Covid-19 telah menekan usaha ritel dan jasa makanan dan minuman.

"Sejumlah daerah memperpanjang masa PSBB transisi sementara DKI Jakarta dengan kenaikan kasus per hari Covid-19 kembali menerapkan PSBB II, meski dalam skala yang lebih," jelasnya

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini