Mau Buka Usaha tapi Kurang Modal? Coba Lakukan Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 455 2282977 mau-buka-usaha-tapi-kurang-modal-coba-lakukan-ini-2qAWWZI4dR.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Membuka usaha menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan penghasilan tambahan di tengah situasi pandemi virus corona (covid-19) dan ancaman resesi ini. Namun sering kali, beberapa orang terkendala masalah modal yang terbatas.

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan berapapun modalnya tetap bisa digunakan untuk membuka usaha. Meskipun kebutuhan modal lebih tinggi dibandingkan modal yang tersedia.

Baca Juga: Modal Solder dan Kayu, Bisnis Seni Lukis Bakar Hasilkan Jutaan Rupiah

Sebagai salah satu contohnya adalah ketika modal yang dibutuhkan adalah Rp1 juta. Sedangkan modal yang dimiliki atau tersedia hanya Rp600.000, artinya ada gap Rp400.000 yang harus dicari. 

Jika hal seperti ini terjadi, maka harus ditinjau dan dibedah ulang kebutuhan usahannya. Peninjauan ini harus dilakukan secara rinci dari mulai ongkos operasional hingga biaya untuk membeli bahan-bahannya.

Baca Juga: Raup Cuan saat Resesi, Konsep Usaha Harus Matang

“Oh ternyata Rp1 juta duitnya cuma Rp600.000. Kita lihat dulu pos-pos permodalan ini akan digunakan untuk apa? Misalnya kalau contohnya tadi usahanya frozen food, forzen food ini modalnya berapa?” ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (24/9/2020).

Jika masih juga belum mencukupi, maka harus dilakukan pembedahan lagi. Kali ini harus dikaji secara rinci barang atau biaya apa saja yang bisa dihemat dan tidak perlu dimasukan ke dalam ongkos permodalan.

“Oh modalnya Rp700.000 hingga Rp800.000. Wah masih kurang duit kita. Ada yang bisa dihemat enggak sih ?,” kata Mike.

Sebagai salah satu contohnya jika membuka usaha makanan, maka biaya peralatan masak tidak perlu dibeli. Namun harus dengan catatan jika biaya peralatan masak miliki pribadi yang dimiliki masih berfungsi dengan baik.

“Kita enggak harus beli pancinya misalnya, pakai punya sendiri. Kompornya pakai yang ada jadi enggak usah beli baru cuma fokus pakai yang ada kepada produk si makanannya saja,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini