Anak Buah Sri Mulyani: Dampak PSBB Jakarta ke Ekonomi Tak Besar

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 25 September 2020 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 320 2283746 anak-buah-sri-mulyani-dampak-psbb-jakarta-ke-ekonomi-tak-besar-8ZRACnGOhs.jpeg PSBB (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di DKI Jakarta tidak berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan, hal ini ini dikarenakan mobilitas sektor ritel menunjukkan tren yang positif.

"Dampak terhadap estimasi kita cukup minimal. Bahkan kalau dilihat tren mobilitas untuk ritel, ke arah positif," ujar Febrio dalam diskusi virtual, Jumat (25/9/2020).

Febrio mengatakan, pertumbuhan konsumsi ritel sempat mengalami penurunan cukup dalam pada April dan Mei lalu. Namun saat ini kondisinya sudah mengarah ke pertumbuhan positif, karena masyarakat tetap harus berbelanja memenuhi kebutuhannya.

"Orang harus belanja. Tapi kemudian juga dilihat daerah-daerah lain, karena ekonomi Jakarta cuma berapa persen dari (perekonomian) Indonesia meski relatif besar. Tapi daerah lain tidak ada pembatasan strict, meski harus manajemen hati-hati," jelasnya

Untuk itu, Febrio menyebut, dampak PSBB terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal III ini tidak akan terlalu besar seperti kuartal sebelumnya. Terlebih kini masyarakat mulai terbiasa menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Dampaknya ke kuartal III tidak besar, tapi kita terus pantau. Masyarakat kan sudah mulai terbiasa new normal. Tapi kemudian makan enggak berkurang, bahkan variasi. Ini luar biasa perekonomian kita sangat agile, meski sangat rendah dibandingkan 2019," pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini