5 Fakta Menarik BLT Subsidi Gaji Tahap 4 Cair, Nomor 4 Bikin Kaget

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Sabtu 26 September 2020 07:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 320 2283865 5-fakta-menarik-blt-subsidi-gaji-tahap-4-cair-nomor-4-bikin-kaget-klJa2hifeG.jpg Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) berupa subsidi gaji Rp1,2 juta memasuki tahap ke-4. Pencairan BLT terus dilakukan hingga mencapai target penerima bantuan sebesar 15 juta pekerja.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memastikan penyaluran subsidi upah atau gaji tahap IV telah dicairkan bagi pekerja dan buruh yang berhak menerima sesuai kriteria Permenaker 14 Tahun 2020.

Berikut adalah fakta mengenai pencairan BLT tahap 4 yang dirangkum Okezone, Sabtu (25/9/2020).

Baca Juga: Sisihkan 30% dari BLT Rp1,2 Juta untuk Modal Usaha

1. BLT Tahap 4 untuk 2,8 Juta Pekerja

Menaker mengatakan, proses cek kelengkapan data sudah selesai. Dari 2,8 juta data calon penerima tahap IV, sebanyak 2,65 juta orang yang sudah lengkap datanya telah diproses pencairan ke KPPN. Sisanya sekitar 150 ribu kami kembalikan ke BPJS Ketenagakerjaan untuk dilengkapi datanya.

  Baca Juga: 8,5 Juta Pekerja Sudah Terima Transferan BLT Subsidi Gaji Rp1,2 Juta

2. 8,8 Juta Pekerja Terima BLT

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) hingga 22 September 2020, sebanyak 8.822.208 telah menerima program Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi gaji. Penyerahan BLT itu berlangsung dari tahap I hingga tahap III.

3. 1,7 Juta Orang Gagal Dapat BLT

Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto menambahkan, terdapat 1,7 juta data peserta yang tidak memenuhi kriteria yang tertuang dalam Permenaker 14 Tahun 2020, sehingga dipastikan tidak berhak menerima BSU.

4. BLT Dikembalikan

Ida Fauziyah menyatakan untuk pekerja yang sebenarnya tidak memenuhi syarat Permenaker Nomor 14 Tahun 2020, diminta segera mengembalikannya.

"Yang bersangkutan wajib mengembalikan bantuan tersebut ke rekening kas negara," tegas Ida.

5. Anggaran Ditambah

Pemerintah menambahkan anggaran jaring pengaman sosial atau social safety net yang sebelumnya Rp203,9 triliun menjadi Rp242 triliun. Penambahan anggaran ini untuk mempercepat realisasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp695,2 triliun pada akhir tahun ini.(kmj)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini