Sisihkan 30% dari BLT Rp1,2 Juta untuk Modal Usaha

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 23 September 2020 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 622 2282303 sisihkan-30-dari-blt-rp1-2-juta-untuk-modal-usaha-camxD2tv5V.jpg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah akan segera mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) subsidi gaji tahap ke-4. Saat ini Kementerian Ketenagakerjaan sudah mengantongi 2,8 juta nama yang akan mendapatkan subsidi gaji.

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, bantuan subsidi gaji ini bisa dimanfaatkan untuk membuka usaha baru. Namun dirinya menyarankan jangan semua uang bantuan ini disalurkan untuk modal usaha.

Baca juga: 8,5 Juta Pekerja Sudah Terima Transferan BLT Subsidi Gaji Rp1,2 Juta

Menurut Andi, ada baiknya hanya 30% saja bantuan subsidi gaji yang disisihkan untuk membuka usaha baru. Artinya, jika bantuan yang didapatkan adalah Rp2,4 juta, Rp720.000 bisa disisihkan untuk modal usaha.

"Kalaupun hendak berbisnis, modal yang kita kucurkan ke situ, dari yang kita miliki paling maksimal 30% dulu deh dari dana yang kita miliki," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (23/9/2020).

Baca juga: Cek Rekening, BLT Subsidi Gaji Tahap 4 Ditransfer ke 2,8 Juta Pekerja Hari Ini

Menurut Andi, alasan mengapa jangan semua bantuan ini digunakan untuk modal usaha adalah untuk meminimalisir kerugian. Mengingat, membuka bisnis baru merupakan salah satu bentuk investasi dengan risiko tinggi.

Apalagi, usaha yang akan dijalani ini terbilang baru yang risiko kerugiannya tinggi. Oleh karena itu, dirinya menyarankan untuk menggelontorkan dananya hanya 30% saja sebagai sarana untuk melakukan tes pasar.

"Karena bisnis itu kan investasi yang bisa dibilang risiko tinggi. Kedua kita kan baru nyebur ke sana, baru cek-cek ombak segala macam, berarti kita juga harus hati-hati. Jangan semuanya digelontorkan ke sana juga," jelasnya.

Selain itu, dalam menentukan jenis bisnisnya juga harus penuh perhitungan yang matang. Ada baiknya, jenis bisnis yang akan dijalani ini harus menyesuaikan dengan kebutuhan pasar untuk meminimalisir risiko.

"Cuma untuk berbisnis mesti diperhatikan bahwa, pilih bisnis yang memang produk tersebut banyak dicari orang yang dicari. Misalnya berupa produk, bisnis kekinian berupa jasa," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini