Krisis Keuangan Asia
Pada tahun 1975, Presiden Soekarno melaksanakan kebijakan ekonomi bebas ala Barat dengan menjadi anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan mulai menerima teknologi dan industri padat karya.
Namun, hal itu belum terlaksana dengan baik dan intensif. Lalu, datanglah serangan krisis keuangan Asia.
Ketika Asia dilanda krisis keuangan pada 1998, perekonomian negara Asia mengalami kelumpuhan, termasuk ekonomi Indonesia. Tapi, sebaliknya, fenomena ini sangat meguntungkan perkembangan ekonomi Tiongkok.
Para pelaku ekonomi Wall Street Amerika Serikat, sebagai penyebab krisis ekonomi Asia, menebarkan berita bohong, isu negatif tentang kondisi ekonomi negara Asia. Berita bohong atau gosip itu sengaja disebarkan untuk membuat orang menjadi galau dan kacau sehingga hilang kepercayaan terhadap bank dan pemerintah.
Padahal, kepercayaan adalah nyawa perbankan dan pemerintah. Para sekumpulan Wall Street bersekongkol dengan investmen bank, mengandalkan pengaruh kekuatan ekonominya dan menyebarkan berita bohong sehingga dengan gampang dapat memborong mata uang negara-negara Asia dengan harga rendah.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.