Anggaran Biaya Hidup Boleh Sampai 80% tapi...

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 28 September 2020 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 622 2284780 anggaran-biaya-hidup-boleh-sampai-80-tapi-KTKYeaVDSY.jpg Personal Finance (Shutterstock)

JAKARTA - Mengelola keuangan secara baik harus dilakukan di tengah kondisi ketidakpastian akibat pandemi virus corona (covid-19) ini. Salah satu yang harus diatur adalah pos pengeluaran.

Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan salah satu pos pengeluaran yang perlu diperhatikan adalah untuk biaya hidup. Penetapan anggaran untuk p[os pengeluaran sebenarnya tergantung dari masing-masing orang.

 Baca juga: 7 Cara Kelola Uang Selama Pandemi, Liburan di Rumah Saja

Namun jika dirinya harus memberikan sara, pos pengeluaran untuk kebutuhan pokok atau biaya hidup adalah sekitar 50-80%. Artinya, jika memiliki gaji sekitar Rp5 juta, maka pos pengeluaran untuk kebutuhan hidupnya adalah sekitar Rp2,5 hingga Rp4 juta setiap bulan.

Namun lanjut Safir, ada catatan yang harus diperhatikan. Pos pengeluaran 80% tersebut jika ada pos cicilan dan utang ini digunakan untuk biaya hidup.

 Baca juga: Jangan Cepat Tergiur Liat Diskon 40%, Bisa Saja Rugi

"Jadi walaupun cicilan utang itu ada juga untuk cicilan rumah, sebetulnya biaya hidup kita itu 50-80%," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (28/9/2020).

Sebab menurutnya, untuk pos cicilan utang, dirinya mematok 30%. Artinya, jika memiliki gaji Rp5 juta, maka pos pengeluaran untuk bayar cicilan dan utang adalah sektiar Rp1,5 juta setiap bulan.

 Baca juga: Hal-Hal yang Bisa Dilakukan Jika Lihat Diskon Menggiurkan

"Tapi sebagai gambaran kasar saja, bahwa cicilan utang itu tidak bisa lebih dari 30% income seseorang,” jelasnya.

Menurut Safir, alasan dirinya mengusulkan 50-80% adalah, ada beberapa orang yang menggunakan anggaran cicilan utang untuk biaya hidup. Sebagai salah satu contohnya adalah ada beberapa orang yang belanja di supermarket yang metode pembyarannya dengan menggunakan kartu kredit.

"Tapi jangan lupa, ada 30% cicilan utang kan? Nah banyak orang yang ngutangnya untuk biaya hidup juga. contoh misalnya dia pakai kartu kredit untuk pergi ke supermarket gitu ya. Supermarket dia belanja pakai kartu kredi. Kartu kredit itu kan yang belanja di supermarket ujung-ujungnya untuk biaya hidup juga," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini