Terminal Ditutup, Pedagang Makanan Kehilangan Cuan

Iskandar Nasution, Jurnalis · Selasa 29 September 2020 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 29 455 2285481 terminal-ditutup-pedagang-makanan-kehilangan-cuan-pUZARsojnt.jpg Warung Makanan (Foto: Iskandar)

LEBAK BANTEN – Sejumlah pedagang makanan yang berlokasi di Terminal Mandala, Rangkasbitung, Banten terpaksa menutup lapak dagang. Hal tersebut dikarenakan sepinya pembeli yang membuat para pedagang harus gulung tikar, walaupun begitu salah satu pedagang tetap mencoba bertahan meskipun pendapatannya merosot hingga 70%.

Sejak meningkatnya kasus positif Covid-19, pihak Pemerintah Kabupaten setempat terpaksa menutup Terminal Mandala, Rangkasbitung, Lebak, Banten. Akibatnya dari penutupan tersebut banyak pedagang yang biasanya membuka lapak di sana terpaksa menutup lapak usaha mereka.

Baca Juga: Mau Punya Janda Bolong? Begini Cara Mendapatkannya

Terminal Tipe A yang tadinya ramai, justru sekarang tak lagi ramai adanya penumpang yang mampu mendongkrak perekonomian warga sekitar. Namun, hal berbeda justru dilakukan oleh seorang pedagang makanan yakni Ibu Suwidiningsih, dirinya tetap memilih bertahan walaupun penghasilan yang didapat terus merosot.

“Sekarang pendapatan anjlok biasa lumayan sekarang masak nasi 2 liter saja enggak abis,” kata dia, Selasa (29/9/2020).

Untungnya dia tidak perlu membayar sewa toko atau lapak. Sebab hasil jerih payah dirinya selama 25 tahun mampu menghasilkan toko yang dirinya beli dari penghasilannya.

Baca Juga: Ujian Naik Kelas, Pandemi Covid-19 Melatih Entrepreneurship

Sedangkan banyak pedagang lainnya yang memilih untuk menutup tokonya dan mencari tempat lain bahkan sampai gulung tikar akibat sepinya pembeli. Sejak diberlakukannya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Kabupaten Terminal Tipe A, banyak pelanggan yang tidak dapat makan di rumah makan yang tersedia.

Hal tersebut membuat penghasilan warga sekitar yang turun hingga 70% dan tentunya banyak pedagang yang terpaksa menutup usaha tersebut. Sejak tanggal 1 Oktober 2020, pihak Pemkab Lebak kembali menerapkan PSBB dengan memperketat jalur arus kendaraan yang masuk ke Kabupaten Lebak, selain itu petugas melakukan Razia malam guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini