Fenomena Unik, Ekspor Batik Selama Pandemi Meroket hingga USD21,5 Juta

Ferdi Rantung, Jurnalis · Jum'at 02 Oktober 2020 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 320 2287256 fenomena-unik-ekspor-batik-selama-pandemi-meroket-hingga-usd21-5-juta-v9jgv3eWOg.jpg Selamat Hari Batik Nasional (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan produk batik hasil buatan dalam negeri ternyata diminati oleh pasar global. Hal itu terlihat dari meningkatnya ekspor batik di tengah pandemi Covid-19.

"Ini fenomena yang cukup unik, karena pasar ekspornya bisa meningkat di saat masa pandemi Covid-19," kata Agus, dalam peresmian Rangkaian Kegiatan Hari Batik Nasional 2020 secara virtual, Jumat (2/10/2020). 

Baca Juga: Tak Disangka, Batik Nasional Penyumbang Ekonomi RI

Agus memaparkan, ekspor batik pada periode Januari-Juli 2019 hanya berkisar USD17,99 juta. Sementara pada periode yang sama di 2020 naik menjadi USD21,54 juta.

"Saat ini pasar ekspor utama batik ke Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa," ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, upaya membuka pasar baru di tingkat global diharapkan dapat menggairahkan industri batik Tanah Air, sekaligus semakin memperkenalkan batik Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Batik Kawung yang Ada di Uang Rp75.000

"Industri ini dinilai mempunyai daya ungkit dalam penciptaan nilai daya tambah, perdagangan, besaran investasi, penyerapan tenaga kerja serta kecepatan penetrasi pasar," ujarnya.

Dari data Kemenperin, saat ini industri batik mencapai 47.000 unit yang tersebar di 101 sentra dengan mempekerjakan lebih dari 200.000 orang.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini