Jokowi Putuskan Angkat 2 Wamen untuk Menaker dan Menkop

Rina Anggraeni, Jurnalis · Minggu 04 Oktober 2020 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 04 320 2288182 jokowi-putuskan-angkat-2-wamen-untuk-menaker-dan-menkop-DiKNOLIKfZ.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menambah dua wakil menteri (wamen) di Kabinet Indonesia Maju.

Hal ini seiring dengan penetapan jabatan baru di Kemenaker tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 tahun 2020 tentang Kementerian Ketenagakerjaan. Perpres itu diteken Jokowi pada 23 September 2020.

Adapun Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah dipastikan akan mendapatkan pendamping untuk membantunya dalam menjalankan tugas di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Baca Juga: Presiden Jokowi Ancam Reshuffle Lantaran Kesal Anggaran Belanja Belum Maksimal

"Dalam memimpin Kementerian Ketenagakerjaan,Menteri dibantu oleh Wakil Menteri sesuai dengan penunjukan Presiden. Wakil Menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Lalu, Wakil Menteri berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri," tulis aturan tersebut dikutip Minggu (4/10/2020)

Selain Ida, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mendapat jatah wakil menteri. Hal itu tertuang dalam Perpres Nomor 96 tahun 2020 tentang Kementerian Koperasi dan UKM yang diteken Jokowi pada 23 September 2020.

Baca Juga: 7 Kejengkelan Jokowi, dari Data OECD hingga Krisis

"Dalam memimpin Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Menteri dibantu oleh Wakil Menteri sesuai dengan penunjukan Presiden," demikian bunyi Pasal 2 Perpres Nomor 96 tahun 2020.

Saat ini, Jokowi telah memiliki 12 wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju. Sebelumnya, Jokowi juga telah menyiapkan pos Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Wakil Menteri Riset dan Teknologi.

 

"Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku,seluruh jabatan yang ada beserta pejabat yang memangku jabatan di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan, tetap melaksanakan tugas dan

fungsinya sampai dengan dibentuknya jabatan baru dan diangkat pejabat baru berdasarkan Peraturan Presiden ini," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini