Tak Disangka, Investasi Jalur Ganda KA Cirebon-Jombang Sebesar Ini

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 320 2290432 tak-disangka-investasi-jalur-ganda-ka-cirebon-jombang-sebesar-ini-hqNGCNAI7T.jpeg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat pembangunan Jalur Ganda Kereta Api (KA) Lintas Selatan Jawa bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). SBSN ini dengan kontrak multiyears yang dimulai sejak tahun 2013 lalu.

Bahkan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, alokasi anggaran pembangunan infrastruktur perkeretaapian menjadi yang terbesar dalam 2 tahun terakhir yakni senilai Rp17 triliun pada tahun anggaran 2019 dan sekitar Rp10 triliun di tahun ini. Dengan begitu, tercatat sebesar Rp27 triliun untuk pembangunan proyek jalur kereta api tersebut.

Baca Juga: Bos KAI Curhat Setiap Hari Cek Cash Flow, Masih Aman?

Skema pembiayaan SBSN ini merupakan salah satu skema pembiayaan inovatif yang diambil pemerintah guna melakukan percepatan pembangunan di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Proyek-proyek infrastruktur kereta api yang dibiayai melalui SBSN ini telah memiliki dampak yang cukup baik, peningkatan level of service kereta api di berbagai aspek seperti pengoperasian, pelayanan dan keselamatan," ujar Budi dalam kegiatan Soft Launching pengoperasian parsial Jalur Ganda lintas Selatan Jawa di Stasiun Solo Balapan, Kamis (8/10/2020).

 

Sejak beroperasi secara parsial, hasil dari pembangunan jalur ganda KA lintas selatan Jawa pun sudah mulai terlihat dengan meningkatnya jumlah perjalanan kereta api antar kota. Budi mencatat, pada 2015 jumlah perjalanan sebanyak 172 kereta per hari, angka ini naik menjadi 291 kereta per hari di 2019.

"Terjadi juga peningkatan penumpang, juga dilakukan pula peningkatan keselamatan, kecepatan dan pelayanan kereta api," katanya.

Saat ini, Kementerian Perhubungan terus berupaya mewujudkan konektivitas moda transportasi nasional. Hal itu untuk mendorong berdaya saing dan memberikan nilai tambah bagi Indonesia di tengah perkembangan negara-negara di dunia.

Karenanya, upaya untuk mewujudkan konektivitas moda transportasi tersebut satunya dengan melakukan pembangunan di sektor perkeretaapian. Budi bilang, sektor kereta api merupakan transportasi massal yang ramah lingkungan, memiliki kepastian jadwal, dan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi.

Saat ini, Jalur Ganda Kereta Api (KA) lintas selatan Jawa mulai dari Cirebon -Purwokerto-Kroya-Jogja-Solo-Madiun-Jombang sepanjang 550 kilometer (km) telah tersambung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini