Penanganan Covid-19 dan Ekonomi, Menko Airlangga: Kita Top Five

Binti Mufarida, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 320 2292314 penanganan-covid-19-dan-ekonomi-menko-airlangga-kita-top-five-VoOOe7Vr2s.jpg Menko Airlangga (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Ketua Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) sekaligus Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Indonesia menjadi negara top five yang berimbang dalam penanganan Covid-19 dan penurunan kontraksi ekonomi.

“Terkait dengan pemulihan ekonomi nasional dan Covid, kita lihat berbagai negara sudah melakukan penanganan Covid. Dan Indonesia ini termasuk negara yang menangani dengan kontraksi ekonomi relatif lebih rendah dari negara lain,” kata Airlangga dalam Update Komite PC PEN - Vaksin Covid-19, Protokol Kesehatan, dan Antisipasi Bencana Banjir Musim Hujan di Media Center Satgas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Senin (12/10/2020).

Bahkan, kata Airlangga jika dibandingkan dengan negara lain fatality rate Indonesia masih diba wah 4%. “Kemudian kalau dibandingkan dengan negara lain juga confirm fatality rate kita relatif di bawah 4% juga, sehingga kita di beberapa di bawah beberapa negara antara lain sebagai Korea Selatan, Lithuania dan Taiwan,” ungkapnya.

Dengan begitu, Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia termasuk top five di antara negara-negara yang bisa menangani Covid-19 dan ekonomi secara berimbang. “Jadi kita ini termasuk top five yang bisa menangani secara berimbang antara Covid maupun pelunakan ataupun penurunan kontraksi ekonomi,” kata Airlangga.

Sementara itu, Airlangga mengatakan, sampai dengan kuartal empat 2020 pemerintah menyiapkan 271,3 juta vaksin. “Terkait dengan arahan pengadaan vaksin, jadi dengan vaksin sampai dengan kuartal keempat itu disiapkan 271,3 juta.”

Di mana vaksin Covid-19 tersebut di antaranya dari Cancino, Sinovac, Sinopharm, juga dari Astrazeneca. “Dan tahun ini diharapkan 30 juta di mana itu berasal dari salah satu Cansino, Sinovac, Sinopharm dan juga Astrazeneca,” kata Airlangga.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini