Investasi Emas, Minimal 3 Tahun Baru Keuntungannya Terasa Nampol

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 622 2292828 investasi-emas-saatnya-menjual-3WspMEqMqT.jpg Harga Emas (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Emas menjadi salah satu instrumen investasi. Jelang Indonesia memasuki resesi, harganya naik turun. Hari ini, Selasa (13/10/2020), harganya turun sebesar Rp2.000 menjadi Rp1.015.000 dari sebelumnya Rp1.017.000.

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, kini merupakan waktu yang tepat bagi kalangan orang yang memlikiki tabungan emas cukup banyak sebelumnya. Dengan begitu, mereka bisa mengambil keuntungan dari harga sewaktu membelinya dahulu.

Baca Juga: Begini Cara Mengatur Keuangan saat Indonesia Resesi

“Kalau punya banyak emas, sekarang waktu jualnya. Jadi sekarang bukan waktu belinya,” kata Mike kepada Okezone, Selasa (13/10/2020).

Menurut dia, bila seseorang membeli emas saat ini merupakan waktu yang keliru. Sebab, kini harganya sudah selangit dan barang tersebut bukan merupakan produk investasi yang bisa diambil keuntungannya dalam waktu dekat.

Baca Juga: Jelang Resesi, Mulai Nabung 10% dari Gaji Buat Dana Darurat

“Kalau beli sekarang sudah tinggi, kapan mau jualnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, seseorang itu baru bisa mendapatkan keuntungan dari pembelian emas ketika mereka sudah membelinya dalam jangka waktu tiga tahun.

“Emas itu kalau di atas tiga tahun memberikan keuntungan dari pembeliannya. Enggak bisa cepat,” katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini