Capai Target 5,6 Juta Peserta, Kartu Prakerja Gelombang 11 Dibuka?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 320 2293667 capai-target-5-6-juta-peserta-kartu-prakerja-gelombang-11-dibuka-aA6G3xHmql.jpg Kartu Prakerja untuk Bantu Mencari Kerja. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah membuka peluang pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 11. Meskipun saat ini jumlah peserta sudah mencapai target 5,6 juta orang.

Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja Rudy Salahuddin mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan Komite Cipta Kerja terkait gelombang baru tersebut. Pihaknya pun mengaku sudah siap jika mendapatkan perintah untuk membuka kembali pendaftaran peserta kartu pra kerja gelombang 11.

Baca Juga: 614 Ribu Peserta Kartu Prakerja Kini Jadi Pengusaha

“Intinya kami terbuka apabila akan menggelar gelombang 11. Namun, akan ada time limitnya (batas waktu),” ujarnya dalam acara diskusi virtual, Rabu (14/10/2020).

Menurut Rudy, peluang terbukanya kembali pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 11 karena beberapa peserta yang dicabut kepesertaannya. Tercatat ada sekitar, 310.212 yang status kepesertaannya dicabut karena beberapa hal.

Misalnya, karena para peserta tidak membelanjakan dana yang disediakan untuk membeli paket pelatihan. Padahal para peserta Kartu Prakerja harus membelanjakan Rp1.000.000 untuk membeli paket pelatihannya setelah dicairkan.

Baca Juga: Setelah Google dan Twitter Tetapkan WFH Permanen, Perusahaan Ini Jadi 'Followers'

Pencabutan status kepesertaan itu mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 11 Tahun 2020. Dalam beleid tersebut diterangkan, penerima kartu pra kerja yang tidak memilih pelatihan dalam waktu 30 hari akan digugurkan sebagai peserta.

Dari kepesertaan yang dicabut itu, dana yang tak terpakainya akan dikembalikan kepada bendahara negara. Atau opsi lainnya adalah mengupayakan agar insentif milik peserta yang gugur dapat digunakan untuk membuka gelombang lanjutan.

Sebagai gambaran, pemerintah sendiri memberikan insentif sebesar Rp3.550.000 kepada masing-masing peserta. Adapun rinciannya adalah Rp1.000.000 digunakan untuk biaya pelatihan.

Kemudian pemerintah akan memberikan insentif tambahan sebesar Rp2,4 juta yang akan diberikan masing-masing Rp600.000 selama 4 kali. Lalu pemerintah juga memberikan insentif untuk pengisian survey sebesar Rp150.000 kepada para peserta.

Jika dihitung, maka ada dana Rp1,10 triliun yang tidak terpakai dari peserta yang digugurkan. Angka tersebut didapat dari Rp3.550.000 dikalikan jumlah peserta yang digugurkan.

“Kami masih menunggu apakah uang itu bisa dikembalikan lagi untuk membuka gelombang 11,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini