Semakin Melebar, Defisit APBN 2020 Tembus Rp682,1 Triliun

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 320 2295805 semakin-melebar-defisit-apbn-2020-tembus-rp682-1-triliun-xX9Zqi3ePw.jpg Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp682,1 triliun atau 65,6% dari pagu APBN dalam Perpres 72/2020 yang sebesar Rp1.039,2 triliun. Realisasi defisit APBN itu setara dengan 4,16% terhadap PDB.

Rinciannya realisasi pendapatan negara tercatat senilai Rp1.159,0 triliun atau terkontraksi 13,7% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu Rp1.342,25 triliun. Realisasi pendapatan negara itu setara dengan 61,99% dari target senilai Rp1.699,9 triliun.

Sedangkan belanja negara hingga akhir September 2020 tercatat senilai Rp1.841,1 triliun atau 67,2% dari pagu Rp2.739,2 triliun. Realisasi belanja negara itu tumbuh 15,5% dibandingkan penyerapan per akhir September tahun lalu yang senilai Rp1.594,66 triliun

"Tolong diingat defisit di berbagai negara lain bahkan mencapai belasan dan 20%. Jadi, kalau Indonesia defisit 4,16%, kita berharap Indonesia jauh lebih baik,” ujar Sri Mulyani dalam APBN Kita secara virtual, Senin (19/10/2020).

Baca Juga: Sering Dinyinyirin, Sri Mulyani: Faktanya Utang RI Lebih Sehat Dibanding China

Dia melanjutkan, masih terkontraksinya pendapatan negara, termasuk penerimaan pajak, masih lebih banyak dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi akibat pandemi virus Corona.

“Memang mengalami tekanan karena bisnis dan pembayar pajak mengalami tekanan," katanya.

Sementara itu, realisasi penerimaan pajak (termasuk pajak penghasilan migas) hingga akhir September 2020 senilai Rp750,6 triliun atau 62,6% terhadap target APBN 2020 yang sudah diubah sesuai Perpres Nomor 72/2020 senilai Rp1.198,8 triliun.

Rupiah Melemah di Angka Rp14.777/USD

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini