Jurus Wapres Geber Ekonomi Syariah Berbasis Pesantren

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 320 2297660 jurus-wapres-geber-ekonomi-syariah-berbasis-pesantren-KBWJ99RB8c.jpg Wapres Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pesantren memiliki peran strategis dalam mengatasi permasalahan masyarakat. Di tengah pandemi Covid-19, pesantren pun menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dalam meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat.

Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin mengatakan, Undang Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, menyatakan pesantren memiliki posisi strategis yakni sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah, sekaligus lembaga pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Hari Santri, Pesantren Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah

“Dalam melaksanakan fungsi pemberdayaan masyarakat, pesantren berorientasi pada peningkatan kesejahteraan pesantren dan masyarakat sekitarnya,” papar Wakil Presiden dalam video virtual, Kamis (22/10/2020).

Dia melanjutkan, pesantren lahir mandiri, dibangun dengan swadaya masyarakat dan memberikan layanan terintegrasi sebagai lembaga pendidikan, layanan dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

"Program Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas diharapkan dapat mendorong kebangkitan UMKM dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional," katanya.

Pengembangan keuangan syariah di pesantren dilakukan melalui Bank Wakaf Mikro (BWM) dan Baitul Maal Wat-Tamwil (BMT) yang keduanya berbadan hukum koperasi. Kata dia, Kementerian Koperasi dan UKM melakukan revitalisasi pembiayaan dana bergulir yang disalurkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk mendukung pembiayaan koperasi termasuk koperasi syariah (BMT) di Pesantren.

Baca Juga: Merger 3 Bank Syariah Perkuat Industri Keuangan

"BMT sudah berkembang di masyarakat sejak beberapa tahun silam dan telah menjadi ujung tombak inklusifitas layanan keuangan syariah di masyarakat pada tingkat akar rumput," katanya.

Penguatan kewirausahaan santri (santripreneur) dilakukan dengan membekali santri keterampilan vokasi dan kewirausahaan. Diharapkan selain menguasai ilmu agama juga menguasai kewirausahaan sehingga saat terjun di masyarakat, santri mampu menggerakkan masyarakat untuk berwirausaha.

“Pemerintah menyambut baik dan mengapresiasi bebagai inisiasi pengembangan ekonomi kerakyatan dan ekonomi syariah berbasis pesantren dan komunitas," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini