Gubernur BI Ramal Inflasi 2020 di Bawah 2%

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 21:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 320 2298039 gubernur-bi-ramal-inflasi-2020-di-bawah-2-nsLHkJOLVK.jpeg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pandemi covid-19 turut mempengaruhi tingkat inflasi di Tanah Air. Menurut data Bank Indonesia (BI), hingga September 2020 inflasi di seluruh daerah sangat rendah dan angka secara nasional tercatat 1,42% year on year (yoy).

Gubernur BI, Perry Warjiyo menyebut bahwa rendahnya inflasi ini diperkirakan masih akan berlanjut sampai akhir tahun 2020 karena rendahnya daya beli.

Baca Juga: Jaga Daya Beli Masyarakat RI dengan BLT Cs

Hal ini sejalan dengan permintaan yang belum kuat, terjaganya ekspektasi inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah, ketersediaan pasokan seperti panen disejumlah sentra produksi serta harga komoditas pangan global yang rendah. 

"Kami perkirakan inflasi sampai dengan akhir tahun 2020 akan tetap rendah bahkan dapat lebih rendah dari 2% atau di batas bawah sasaran 3% plus minus 1%," ujar Perry dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2020 secara virtual, Kamis (22/10/2020).

Sementara itu, pada tahun 2021, Perry menyebut bahwa inflasi akan lebih baik di kisaran 3% plus minus 1%. Pihaknya bersama otoritas akan mewaspadai peningkatan permintaan domestik sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional. 

Tidak hanya itu, sejumlah risiko perlu diwaspadai, di antaranya meningkatnya permintaan domestik sejalan dengan proses pemulihan ekonomi nasional, kesinambungan pasokan dan distribusi pangan antar daerah dan antar waktu maupun pengaruh tertunda dari ekspansi moneter yang dilakukan pada tahun 2020.

"Karena itu sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemda dan BI dengan berbagi inovasi program pengendalian inflasi perlu terus kita perkuat untuk memastikan tetap terjaganya inflasi dalam rentan sasaran yang telah kita capai sejak 2015," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini