Wapres Ingin Pesantren Jadi Pemberdayaan Ekonomi Umat, Begini Caranya

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 320 2298289 wapres-ingin-pesantren-jadi-pemberdayaan-ekonomi-umat-begini-caranya-vO788knHjs.jpg Maruf Amin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menginginkan agar pesantren bisa menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. Memang, saat ini sudah ada beberapa pesantren yang melakukan hal tersebut namun diakuinya belum semua pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi baik sekor keuangan maupun sektor riil.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan adanya Bank Wakaf Mikro. Selain itu, pesantren juga bisa membangun Baitul Maal wa Tamwil (BMT) untuk memberdayakan masyarakat dan menjadi chanel bank-bank syariah.

 Baca juga: Hari Santri Nasional, Menkeu Gelontorkan Rp2,6 Triliun untuk Pesantren

“Kita dorong supaya pesantren membangun BMT untuk bisa memberdayakan masyarakat, kemudian juga BMT ini bisa juga menjadi channelin/executing dari bank-bank syariah yang ada untuk membiayai masyarakat,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (23/10/2020).

Selain itu Ma’ruf juga meminta untuk mengembangkan program OPOP yang saat ini sedang dikembangkan tiap pesantren punya produk. Atau juga bisa mengembangkan produk-produk dari masyarakat.

 Baca juga: 18 Juta Santri dan 28 Ribu Pesantren Jadi Motor Penggerak Ekonomi Syariah

“saya mengapresiasi adanya pesantren yang sudah memulai, saya berharap yang sudah dilakukan baik di sektor keuangan maupun riil itu menjadi semacam role model yang nantinya bisa dikembangkan, direplikasi oleh pesantren-pesantren lain yang bisa kita kembangkan,” jelasnya.

Pesantren juga diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan ketahanan pangan. Salah satunya dengan mengembangkan Green Wakaf untuk ketahanan pangan berbasis pesantren. Green Wakaf adalah program wakaf produktif di sektor pertanian (termasuk peternakan dan perikanan) yang dikelola oleh nadzir yang hasilnya untuk pesantren dan masyarakat miskin sebagai penerima manfaat (maukuf alaih).

Untuk pesantren yang berada di perkotaan, juga dikembangkan Urban Farming Pesantren, adalah program pengembangan pertanian di lingkungan pesantren di perkotaan, yang memiliki lahan terbatas. Urban farming dilaksanakan pesantren bersama masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meningkatkan pendapatan.

“Pemerintah menyambut baik dan mengapresiasi bebagai inisiasi pengembangan ekonomi kerakyatan dan ekonomi syariah berbasis pesantren dan komunitas. Ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat,” jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini