Penjualan Induk Usaha Sari Roti Tembus Rp766 Miliar

Aditya Pratama, Jurnalis · Minggu 25 Oktober 2020 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 25 278 2299237 penjualan-induk-usaha-sari-roti-tembus-rp766-miliar-iIW2KzybtS.jpg Saham ROTI Bukukan Penjualan Sepanjang Kuartal III-2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) mencatatkan penjualan bersih untuk 9 bulan tahun ini sebesar Rp2,4 triliun atau bertambah Rp766 miliar sepanjang periode Juli-September 2020.

Produsen Sari Roti ini juga berhasil mempertahankan kinerja keuangan konsolidasi dengan EBITDA dan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk berturut-turut tercatat sebesar Rp308,6 miliar dan Rp127,2 miliar.

Baca Juga: 6 Bisnis Sampoerna, di Tangan Generasi ke Tiga Tak Hanya Rokok

Sebagai refleksi atas operasional yang kuat, EBITDA dari wilayah Indonesia pada kuartal III-2020 mencapai Rp96,7 miliar meningkat signifikan 20,9% kuartal ke kuartal. Sedangkan Penjualan dari wilayah Indonesia pada kuartal III-2020 dapat mencapai Rp749,8miliar, masih tumbuh 1,9% dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Dengan senantiasa melakukan analisa komprehensif terhadap daya beli, pola konsumsi, pola belanja dan pola aktivitas masyarakat Indonesia maka kami dapat menentukan strategi yang tepat dalam menghadapi tantangan usaha dan ketidakpastian Pandemi Covid-19,” ujar Direktur Nippon Indosari Corpindo, Arlina Sofia dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (25/10/2020).

Baca Juga: Strategi Bermain Saham ala 'Warren Buffett Indonesia'

Arlina menambahkan, pencapaian ini didukung oleh kinerja baik pada masing-masing kanal penjualan. Kanal tradisional (General Trade) membukukan penjualan Rp701 miliar untuk sembilan bulan tahun 2020, tumbuh kuat sebesar 22 persen YoY, sebagai hasil penerapan strategi di masa pandemi Covid-19 untuk fokus pada pasar potensial area pemukiman dengan memperkenalkan moda pemesanan produk melalui WhatsApp dan Chatbot.

Sementara itu kanal modern (Modern Trade) pada sembilan bulan tahun 2020 meraih Penjualan Rp1.673 miliar dan tetap merupakan kontributor terbesar penjualan perseroan.

“Pada masa pandemi Covid-19, kanal modern dapat mempertahankan penjualan khususnya periode Juli-September tahun 2020 sebesar Rp505 miliar yang relatif stabil dibandingkan periode April-Juni 2020 didukung inisiatif promo dan marketing yang efektif,” kata dia.

Sedangkan untuk realisasi Belanja Modal (Capex) hingga 30 September 2020, perseroan telah membelanjakan Rp361,6 miliar atau sekitar 90,4% serapan dari rencana 2020 yang dianggarkan untuk pengembangan usaha, termasuk peningkatan kapasitas, penguatan jaringan distribusi, serta pembangunan pabrik baru di Banjarmasin dan Pekanbaru yang ditargetkan operasi komersial pada kuartal I tahun 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini