Produk Lokal Belum Terserap, Jokowi 'Sentil' Teten

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2020 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 320 2299808 produk-lokal-belum-terserap-jokowi-sentil-teten-I2NT6xItUr.jpg Menkop UKM Teten Masduki (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebutkan bahwa ada kendala dalam produk pangan lokal yang oversupply. Beberapa produk lokal yang dimaksud antara lain kopi, bawang merah, dan garam.

"Kopi kita tidak bisa diserap pasar, baik pasar domestik maupun ekspor. Sehingga, kita disuruh pak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membeli dari petani," ujar Teten dalam virtual talkshow BNPB di Jakarta, Senin(26/10/2020).

Baca Juga: Menteri Edhy Tak Puas soal Kucuran Kredit Modal Usaha KKP, Kenapa?

Produk kopi tersebut kemudian ditaruh di gudang dengan skema resi gudang. Bukan hanya kopi, Teten juga menerima keluhan dari daerah-daerah lainnya.

"Kami dapat keluhan petani dari NTT karena garam mereka yang tidak terserap pasar. Juga ada beberapa kemungkinan seperti bawang merah di Brebes yang oversupply," tambahnya.

Bahkan, dirinya menerima informasi dari Gubernur Bali bahwa produk makanan di Bali juga ikut oversupply.

"Banyak pegawai di sektor pariwisata yang pulang kampung dan bertani. Jadi lahannya produktif, tapi daya serapnya tidak ada," ucap Teten.  

Selain itu, dia juga menyebutkan masalah terkait produk herbal dari UMKM. Dalam kondisi pandemi, kebutuhan herbal sangat terkait dengan kebutuhan orang untuk pemeliharaan kesehatan.

"Problemnya juga terletak di izin edar yang tidak mudah di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," imbuhnya.

Kendati demikian, KemenKop UKM berusaha untuk menjaga UMKM baik di hulu dan di hilir. Sejauh ini, Presiden Jokowi sudah mendorong belanja kementerian/lembaga dan BUMN untuk membeli produk UMKM untuk mendukung sisi demand.

"Tahun ini ada Rp321 triliun anggaran 2021 yang dibelanjakan untuk UMKM, untuk BUMN juga diarahkan agar belanja Rp14 miliar kebawah dari UMKM. Koperasi pun juga digunakan untuk produk pangan UMKM yang tidak masuk pasar," pungkas Teten.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini