PHK 700 Karyawan Kontrak, Dirut Garuda: Keputusan Berat

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 27 Oktober 2020 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 320 2300315 phk-700-karyawan-kontrak-dirut-garuda-keputusan-berat-Kpy1aaG9yM.png Garuda PHK 700 Karyawan Kontrak. (Foto: Okezone.com/Garuda)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) memastikan memenuhi seluruh hak karyawan tenaga kerja kontrak yang terdampak penyelesaian lebih awal masa kontrak kerja.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pada dasarnya kebijakan yang diberlakukan adalah penyelesaian lebih awal masa kontrak kerja karyawan dengan status tenaga kerja kontrak. Adapun kebijakan tersebut mulai berlaku tanggal 1 November 2020 kepada sedikitnya 700 karyawan berstatus tenaga kerja kontrak yang sejak Mei 2020 lalu telah menjalani kebijakan unpaid leave imbas turunnya demand layanan penerbangan pada masa pandemi.

Baca Juga: Garuda Indonesia Putus Kontrak 700 Karyawan Mulai 1 November

"Melalui penyelesaian kontrak lebih awal tersebut, Garuda Indonesia memastikan akan memenuhi seluruh hak karyawan yang terdampak sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk pembayaran di awal atas kewajiban perusahaan terhadap sisa masa kontrak karyawan," kata Irfan dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

"Kebijakan itu merupakan keputusan sulit yang terpaksa kami ambil setelah melakukan berbagai upaya penyelamatan untuk memastikan keberlangsungan perusahaan di tengah tantangan dampak pandemi COVID-19," kata Irfan.

Menurutnya, kepentingan karyawan merupakan prioritas utama yang selalu perusahaan kedepankan. Dan ketika maskapai lain mulai mengimplementasikan kebijakan pengurangan karyawan, perusahaan terus berupaya mengoptimalkan langkah strategis guna memastikan perbaikan kinerja demi kepentingan karyawan dan masa depan bisnis Garuda Indonesia.

Baca Juga: Garuda Indonesia Sesuaikan Harga Tiket di 13 Bandara

"Namun demikian pada titik ini, keputusan berat tersebut terpaksa harus kami tempuh di tengah situasi yang masih penuh dengan ketidakpastian ini. Dan ini semua diluar perkiraan kami, kondisi pandemi ini memberikan dampak jangka panjang terhadap kinerja perusahaan yang mana kondisi perusahaan sampai saat ini belum menunjukkan perbaikan yang signifikan," katanya.

Namun, tambah Irfan, perusahaan meyakini segala langkah dan upaya perbaikan yang terus akan dilakukan ke depan dapat mendukung upaya pemulihan kinerja Garuda Indonesia agar dapat bertahan melewati krisis pada masa pandemi dan juga menjadi penguat pondasi bagi keberlangsungan perusahaan di masa yang akan datang.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini