Gubernur BI Ungkap 6 Langkah Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 27 Oktober 2020 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 320 2300473 gubernur-bi-ungkap-6-langkah-jaga-stabilitas-sistem-keuangan-UJ1cvEXFMu.jpg Perry Warjiyo (Foto: Bank Indonesia)

JAKARTA - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan stabilitas keuangan Indonesia dalam keadaan stabil meskipun di tengah pandemi. Stabilnya sistem keuangan RI tidak terlepas dari kebijakan yang dilakukan oleh KSSK tak terkecuali pada perbankan.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan berbagai macam bauran kebijakan telah dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Misalnya adalah dengan melanjutkan kegiatan stabilitas nilai tukar rupiah.

 Baca juga: Ekonomi RI 2020 Diramal Minus 1,7% hingga 0,6%

"Bank Indonesia juga memperkuat bauran kebijakan. Pertama melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar," ujarnya dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara virtual, Selasa (27/10/2020).

Kedua, lanjut Perry, pihaknya juga melakukan ekspansi dan injeksi likuiditas atau quantitative easing ke pasar keuangan maupun perbankan. Ketiga, melanjutkan komitmen pendanaan APBN tahun 2020 melalui pembelian surat utang negara dari pasar perdana.

 Baca juga; Realisasi Anggaran PEN Capai Rp348,6 Triliun, Paling Banyak BLT Cs

"Melanjutkan komitmen pendanaan APBN tahun 2020 melalui pembelian surat utang negara dari pasar perdana serta mendukung program pemulihan ekonomi nasional," jelasnya.

Keempat, lanjut Perry, pihaknya juga memperpanjang periode insentif kelonggaran giro wajib minimum sebesar 50 bps bagi bank yang melakukan kredit UMKM serta ekspor impor. Tak hanya itu, perpanjangan insentif juga dilakukan kepada bank yang melakukan kredit kepada kredit non umkm sektor prioritas dalam program ekonomi nasional sampai 30 Juni 2021.

 Baca juga: Realisasi Anggaran PEN Capai Rp348,6 Triliun, Paling Banyak BLT Cs

"Dalam program ekonomi nasional (diperpanjang) sampai 30 juni 2021," kata Perry.

Perry menambahkan, Kelima, juga memberikan jasa giro kepada bank yang memenuhi kewajiban gwm dalam rupiah. Serta, keenam melanjutkan perluasan akseptasi QRIS.

"Untuk percepatan pemulihan ekonomi dan keuangan digital khususnya UMKM sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi nasional," kata Perry.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini